dilihat 51 kali

HPN 2019, KAPOLRES TAPUT AKBP HORAS MARISI SILAEN HARAPKAN WARTAWAN SEPERTI INI…

TARGET24JAMNEWS.COM  |  TAPANULI UTARA — Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas Marisi Silaen M.Psi berharap kepada jurnalis, untuk menyajikan informasi valid dan akurat dalam memberikan kesejukan ditengah-tengah masyarakat. Hal itu disampaikan Kapolres Tapanuli Utara dalam rangka Hari Pers Nasional yang jatuh pada 9 Pebruari 2019. 

“Media menjadi sangat penting dijaman sekarang, khususnya untuk Polri. Saya secara pribadi berharap pers menjadi sumber info yang akurat dan valid  dalam memberi kesejukan kepada masyarakat dalam konteks perbaikan dan asesment,” ujar Kapolres, Sabtu (9/2) saat dihubungi.

Sekedar diketahui, Hari Pers Nasional 2019 diperingati setiap tanggal 9 Februari. Tidak ada salahnya kita melihat sejarah salah satu profesi yang berperan menyediakan berbagai informasi berbobot pada masyarakat.

Tahun ini Hari Pers Nasional dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur. Tema peringatan yang diambil tahun ini yakni ‘Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital’.

Hari Pers Nasional atau HPN diselenggarakan untuk merayakan hari jadi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 5 pada tahun 1985. Keputusan Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari ini menyatakan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. Selain itu dewan pers kemudian menetapkan hari pers nasional dilaksanakan setiap tahunnya secara bergantian di ibu kota provinsi se-indonesia.

HPN dilaksanakan secara bersama antara komponen pers, masyarakat, dan pemerintah. Selain itu dalam acara ini terlibat pemerintah daerah yang ditunjuk menjadi tempat dan panitia penyelenggara. Landasan ideal HPN merupakan sinergi. Sinergi antar komponen pers, masyarakat, dan pemerintah dapat berjalan dengan seimbang.

Berbicara soal pers dan hari pers nasional, bagaimana ulang tahun ini dapat muncul awalnya? Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985 HPN yang telah digodok, sebagai salah satu butir keputusan kongres ke-28 PWI yang dilaksanakan di kota Padang, Sumatera Barat, pada tahun 1978. Kesepakatan tersebut terlepas dari kehendak masyarakat untuk menetapkan 1 hari bersejarah untuk memperingati peran dan juga keberadaan pers secara nasional.

Selain itu dalam sidang ke-21 Dewan Pers di Bandung pada 19 Februari 1981 kehendak tersebut akhirnya disetujui oleh Dewan Pers untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah sekaligus menetapkan penyelenggaraan hari pers nasional. Pers mengalami dinamika dan permasalahannya dari masa keemasan. Bukan hanya itu, pers membantu mempublikaskan keadilan yang terjadi hingga saat ini.

Poin Penting Mengenai Hari Pers Nasional

Setelah mengetahui sejarahnya berikut ini ada beberapa informasi terkait bagaimana berdirinya hari pers nasional, sejarah, dan maknanya. Berikut adalah poin penting dalam hari pers nasional di antaranya adalah:

Wartawan Berperan Penting

Poin pertama mengenai hari pers nasional yang perlu diketahui. Bahwa wartawan menyumbang peran ganda dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Seringkali kita hanya tahu pahlawan yang berjuang di medan perang saja yang dianggap sebagai seorang pahlawan. 

Namun nyatanya wartawan banyak berperan sebagai aktivis pers dan berperan dalam pemberitaan yang membangkitkan kesadaran nasional masyarakat Indonesia, semasa masih dijajah.

Sedangkan peran yang kedua sebagai aktivis politik. Wartawan bertugas sebagai bentuk perlawanan rakyat terhadap kolonialisme. Agar dapat mencapai kemerdekaan hingga saat ini. Selain itu Indonesia juga dapat terbebas dari masa penjajahan pengingat kegiatan pers masih terus berlangsung dan mengambil peran vital dalam mewujudkan cita-cita bangsa setelah merdeka. 

Bisa dikatakan pers merupakan suara keadilan dalam bentuk lain yang bisa ditunjukkan kepada masyarakat dan membangkitkan motivasi masyarakat.

Jalinan Antar Pers, Masyarakat, dan Pemerintah

Adanya hari pers nasional ini bukan hanya membangkitkan masyarakat dan menjalin kerja sama antara pers dan juga masyarakat umum untuk memberikan informasi yang benar. Namun juga melahirkan persatuan baru yakni Persatuan Wartawan Indonesia. Berangkat dari peran wartawan yang sangat penting dan mungkin bisa dibilang vital dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, akhirnya terbentuklah organisasi bernama Persatuan Wartawan Indonesia atau Biasa disingkat sebagai PWI. Tujuan dari berdirinya PWI ini tentu saja untuk menjadi wadah dan sarana serta lambang persatuan para wartawan Indonesia, dalam memeratakan kedaulatan Indonesia dari bahaya kembalinya penjajahan. Selain itu para wartawan berjuang untuk memberikan informasi terkini yang terjadi di tengah pemerintahan Indonesia.

Hasil Kongres PWI

Selanjutnya adalah informasi terkait hari pers nasional dan juga kongres PWI ke-28. Ditetapkan hari pers nasional sangat erat hubungannya dengan PWI. Karena telah dibahas akan menjadi salah satu butir dari hasil Kongres PWI ke-28 di Padang pada tahun 1978. Dalam Kongres tersebut dibahas tentang hari pers nasional, akhirnya tercetus dari keinginan tokoh-tokoh pers untuk memperingati kehadiran dan perannya dalam lingkup nasional. Selain itu dalam Sidang Dewan Pers ke-21 yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 1981, akhirnya Dewan Pers mengajukan hari pers nasional untuk diperingati setiap tahunnya.

Disahkan Oleh Mantan Presiden Soeharto

Selanjutnya proses dari adanya hari pers nasional ini memang panjang. Namun hasilnya tidak sia-sia setelah sekitar 7 tahun berlalu akhirnya pada tanggal 9 Februari ditetapkan secara resmi oleh pemerintah sebagai hari pers nasional. Saat itu Indonesia dalam era Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto. 

Penetapan hari pers nasional ini ditetapkan dalam Keputusan Presiden RI Nomor 5 tahun 1985. Setelah itu setiap tahunnya Pers Indonesia memperingati sebagai ulang tahun dan juga menandakan kemerdekaan dan diakuinya organisasi pers di Indonesia, termasuk hari pers nasional 2019.

Ulang Tahun pada 9 Februari

Sebagian dari kita mungkin bertanya-tanya, mengapa ulang tahun atau hari pers nasional jatuh pada tanggal 9 Februari? Seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya lahirnya hari pers nasional berkaitan dengan PWI. Ternyata 9 Februari bertepatan dengan hari jadi PWI yang dibentuk pada tahun 1946.

Hari pers nasional diselenggarakan setiap tahun secara bergantian. Pada tahun 2019 sendiri Surabaya akan menjadi tuan rumah untuk rapat dan peringatan Hari Pers Nasional selanjutnya dengan tema ‘Penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital’. 

Hari Pers Nasional ini akan dilangsungkan untuk memperingati perjuangan para wartawan dan pers zaman dulu untuk memerdekakan pers yang ada di Indonesia.

Pengaruh Negara Jepang

Jika berbicara soal pers di Indonesia, sebenarnya hal ini berkaitan dengan pengaruh negara Jepang sebagai penjajah negara Indonesia pada tahun 1942 hingga 1945 versi Indonesia. Surat kabar yang beredar pada zaman penjajahan Belanda dilarang beredar oleh Jepang. 

Selain itu Jepang memperlakukan izin penerbitan pers dan memaksa semua surat kabar Indonesia untuk bergabung menjadi satu. Hal tersebut memengaruhi proses perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun tidak pernah putus asa dan akhirnya Indonesia meraih kemerdekaan RI tahun 1945.

Itulah penjelasan mengenai hari yang bersejarah yakni hari pers nasional dirayakan setiap tanggal 9 Februari setiap tahunnya. Dengan adanya hari ulang tahun ini diharapkan pers terus berjaya dan meneruskan kiprah serta perannya sebagai media yang mendukung informasi yang benar dan menegakkan keadilan seperti sejarah berdirinya pers Indonesia. (RED/DTC/HUM).

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai