dilihat 105 kali

POLISI LURUSKAN INFORMASI, BAHWA WANITA ASAL KUPANG TIDAK DISEKAP

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Terkait informasi pemberitaan sebelumnya bahwa seorang asisten rumah tangga berinisial Sindy Fanggidae (22) disekap oleh majikan, dibantah oleh pihak kepolisian saat memeriksa kebenaran informasi tersebut di Komplek Villa Cita Raya, jalan Aceh Baru, Kecamatan Medan Perjuangan.

“Tidak ada penyekapan, yang benar adalah Sindy minggat dari rumahnya tanpa seizin orangtuanya untuk bekerja. Itu yang saya peroleh informasi sementara. Jadi majikannya juga sudah sampaikan, bahwa tidak ada penyekapan. Dan semuanya dimintai keterangan di Unit PPA Polrestabes Medan. Agar fakta yang kita kedepankan, dan bukan asumi atau opini,” jelas Kanit Reskrim Polsek Medan Timur Iptu Prasetyo Wibowo SIK, didampingi Lurah serta Kepala Lingkungan saat ditemui dilokasi kejadian, Komplek Villa Cita Raya, jalan Aceh Baru, Kecamatan Medan Perjuangan, Selasa (19/2). 

Seperti diketahui, informasi yang berhasil dihimpun dari Helmi Sianturi, yang merupakan kerabat korban menjelaskan, bahwa saudaranya (sepupu) yang berasal dari Kupang sejak Agustus 2018 dikabarkan hilang.

Keterangan foto tidak tersedia.

“Jadi sejak bulan Agustus lalu, ia (Sindy Fanggidae) pergi dari rumah tanpa ada kabar. Namun pada Januari 2019 lalu, Sindy meminta KTP untuk dikirim ke alamat Komplek Villa Cita Raya, Jalan Aceh Baru, Kecamatan Medan Perjuangan,” ujarnya.

Jadi datanglah saudara dari Kupang, sambung Helmi dan menghubungi dirinya kemarin.

“Jadi saudara saya ini minta tolong agar coba carikan dulu adek sepupumu yang perempuan itu. Saya cari ke sini dan dapat. Pagi tadi saya ketemu dengan Sindy dan video call dengan mama nya di kampung sana. Saya bilang, mama ini dia. Mama takut karena dia pergi tidak bagi orang tua. Namun saya bilang sama mama, kita tidak bisa mengambil dia dari sini, dikarenakan ia bekerja pakai biro,” katanya.

Namun, sambungnya, dirinya meminta kontak biro yang dimaksud kepada majikan tempat adik sepupu bekerja.

“Ketika saya telpon pertama memang diangkat. Jadi saya minta alamatnya di mana, dibilangnya di Jermal. Karena kebetulan saya orang Jermal, saya tanya Jermal berapa. Lalu dijawabnya ia bang nanti saya kasih alamatnya (SMS). Hingga sekarang tidak dikasih alamat biro itu. Jadi kami kembali lagi ke sini (tempat Adek saya bekerja),” kata Helmi.

“Jadi tadi ngomong sama Koko ini (pemilik rumah), saya tanya bagaimana kabar Adek saya ini. Si Koko ini menjawab percaya sama koko, Adek mu baik-baik saja. Hingga sore ini belum ketemu hanya pagi tadi saja yang video call itu. Namun saat sore ini kami ingin ketemu, tidak dikasih dengan alasan ada di Pekanbaru, tidak tahu benar atau tidak,” katanya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, luar ruangan
Sindy Fanggidae (22)

Sebelumnya pihak keluarga telah membuat laporan orang hilang di Polres Kupang Kota pada Selasa (19/2/2019) sekitar pukul 14.30 WITA. Dengan bukti laporan polisi nomor : 191/STTLP/II/2019/SPKT RESOR KUPANG KOTA.

Lebih lanjut dikatakan Helmi, sebelumnya pihak keluarga di Kupang sudah membuat laporan hilang, karena tidak ada kabar.

Namun, orang ini tidak sembarangan mengasih Sindy dengan yang tidak dikenal.

“Memang betul, ia tidak kenal dengan saya karena kami sepupu yang tidak pernah bertemu, namun saya kenal dengan mamanya. Namun mamanya meminta tolong kepada saya agar menjemputnya. Karena pagi tadi kami sudah video call. Karena kebetulan saya di sini makanya saya yang dimintai tolong oleh keluarga di sana. Jadi saya dapat informasi juga dari orang tuanya ini bahwa siang tadi di telpon oleh Koko melalui adek saya ini. Mama suruh pulang saja orang itu. Jadi kata mama itu bukan siapa-siapa, itu sepupu mu. Dia datang mau membawa pulang mu. Kamu harus pulang datanglah pemilik rumahnya minta tebusan Rp 20 juta,” kata pria warga Jermal itu.

Adapun identitas korban, Sindy Fanggidae (22) warga Kupang RT/RW 019/004 Kelurahan Nunleu, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. (RED/HUM/TRIB). 

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai