dilihat 49 kali

POLRES DELI SERDANG DIMINTA SEGERA TANGKAP BONGOTAN SIBURIAN SESUAI LP 2017

TARGET24JAMNEWS.COM || DELI SERDANG – Polres Deli Serdang yang memiliki Wilayah Hukum terbesar di Sumatera Utara yakni lingkup Polres Deli Serdang. Dalam penyelesaian Kasus Pidana di Wilayah Hukum Polres Deli Serdang ternyata ada Kasus yang belum diselesaikan Polres Deli Serdang.

LSM TOPAN-RI DPD Deli Serdang melalui Sekjen C.Sipayung menuturkan, “Sesuai tanggal 7 Januari 2017 LP/18/1/2017/SU/RES DS terkait Kasus Penganiayaan dan Pengancaman yang kita dapatkan, tidak kunjung tuntas sampai maju ke Pengadilan”, kita sanksi banyak kasus di Polres Serdang tidak selesai ditangani Polres Serdang diluar kasus Pidana ini yang kita dapatkan ini “katanya.

Tambahnya lagi bahwa Kasus Penganianyaan dan Pengancaman ini sudah jalan ditempat dari tahun 2017. Ada apa dengan Personel Polres Deli Serdang. Masihkah serius bekerja untuk membela warga yang tertindas dari orang – orang yang membutuhkan keadilan. Karena setelah tim LSM TOPAN-RI DPD Deli Serdang menginvestigasi ternyata yang diduga Pelakunya adalah Bongotan Siburian yang disebut – sebut sebagai si Oppung diduga kuat sebagai Bandar Togel yang Kaya Raya di Kota Lubuk Pakam yang juga ternyata Caleg Partai NASDEM.

Bongotan Siburian disebut – sebut sebagai si Oppung diduga Bandar Judi yang sukses di Kota Lubuk Pakam yang bertempat tinggal tak jauh dari Wilayah Hukum Polres Deli merasa orang yang merdeka karena merasa tidak tersentuh.

Masyarakat Deli Serdang Kecamatan Lubuk Pakam harus berhati – hati dengan si Bongotan Siburian, karena mungkin dengan bergelimang harta dapat melakukan tindakan sesuka hati yang membuat keresahaan warga, sehingga Polres Deli Serdang diduga tidak mampu menuntaskan Kasus Penganiayaan dan Pengancaman itu.

LSM TOPAN-RI DPD Deli Serdang akan mengambil langkah mengirimkan permohonan ke Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri untuk segera menangani Kasus ini. Agar tidak ada keresahaan bagi warga Kabupaten Deli Serdang terkhusus di Kecamatan Lubuk Pakam sekitarnya.

Ketika tim media online target24jamnews.com mengkonfirmasi ke Polres Deli Serdang melalui SMS ke Kasat Reskrim lantas kasat menyampaikan, “akan kita tindak lanjuti” 8 Februari 2019 pukul 11.42 Wib.

C.Sipayung selaku Sekjen LSM TOPAN-RI DPD Deli Serdang sangat berharap kasus ini segera ditingkatkan sampai di Pengadilan. Karena dalam intruksi Kapolri Tito Karnavian menegaskan kalau penanganan Kasus yang berada di Polda dan Polres harus selesai dalam satu bulan, jika tidak akan dipindahkan atau diturunkan jabatan.

Dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana(“Perkapolri 14/2012”) disebutkan bahwa waktu penyelesaian penyidikan berdasarkan bobot perkar Tingkat kesulitan penyidikan perkara ditentukan berdasarkan kriteria, Perkara mudah, saksi cukup, alat bukti cukup, tersangka sudah diketahui atau ditangkap dan proses penanganan relatif cepat. Perkara sedang, kriterianya saksi cukup terdapat barang bukti petunjuk yang mengarah keterlibatan tersangka, identitas dan keberadaan tersangka sudah diketahui dan mudah ditangkap, tersangka tidak merupakan bagian dari pelaku kejahatan terorganisir, tersangka tidak terganggu kondisi kesehatannya, dan tidak diperlukan keterangan ahli, namun apabila diperlukan ahli mudah didapatkan. (Pyg).

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai