dilihat 196 kali

WALAU POLDASU TURUN TANGAN, PUNGLI MASIH MARAK DI LANGKAT. SOPIR ANCAM LAPOR KE PRESIDEN…

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Walaupun beberapa waktu lalu, petugas gabungan Direktorat Kriminal Khusus dan Umum Polda Sumatera Utara melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku pungutan liar sopir truk yang membawa material di kawasan Desa Bandar Sakti atau Desa Betengar, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, Selasa (10/7) sekira pukul 18.35 wib sore.

Namun, hingga kini, Jumat (20/7) pantauan awak media di lapangan, masih terlihat pengutipan yang dilakoni sejumlah oknum masyakat terhadap para sopir. Selain itu, salah seorang perwakilan sopir, yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan bahwa oknum pelaku pengutipan liar tersebut seolah-olah tidak takut dengan pihak yang berwajib atau Polisi.

“Sampai sekarang mereka masih melakukan pengutipan mas. Sepertinya mereka nggak gentar dengan namanya polisi. Buktinya saja, setelah tiga orang kemarin ditangkap Polda Sumut, terbukti hingga hari ini sejak kemarin setelah penangkapan masih saja kutipan liar itu berlanjut. Hal ini kan nggak bisa dibiarkan, masak Negara takut melawan mereka segelintir orang yang menjadi biang pengutipan liar itu. Hal ini seharusnya tegas-tegas sajalah diatensikan Kapolda Sumut. Bukan itu saja, pihak Polsek dan Polres Langkat seolah-olah diam saja. Dan tidak mau bertindak. Apakah laporan kami sebagai masyarakat ini tidak dianggap lagi ? Akibat pungli ini, kami menjadi susah, karena aksi ini berlangsung kurang lebih dua tahun,” tegas sumber kepada awak media.

Lebih lanjut perwakilan para sopir berencana akan mengadukan hal tersebut kepada Presiden Republik Indonesia.

“Jika polisi tidak bisa lagi menanggapi pengaduan kami, maka kami segera akan mengadukan hal ini kepada bapak Kapolri dan Presiden. Hal ini nggak bisa dibiarkan. Janganlah ada aksi pembiaran ini lagi. Kami sudah benar-benar resah,” tutup sumber. 

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga terduga pelaku Pungutan Liar (Pungli) diamankan oleh Kasubdit Tipikor Polda Sumatera Utara, AKBP. Doni Sembiring, SIK., bersama personil Krimum Poldasu, yakni, Kevin Tarigan (21), Jaya Putra Bangun (31), Abdinta Tarigan (38), di Desa Bandar Sakti atau Desa Betengar, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, Selasa (10/7) sekira pukul 18.35 wib.

“Ketiga tersangka ini tertangkap tangan saat menerima sejumlah uang dari para sopir truk, yang kebetulan melintas dari daerah tersebut untuk membawa material galin C. Setiap harinya para pelaku pungli itu meminta uang senilai 30 ribu hingga 35 ribu rupiah. Dan telah beroperasi selama kurang lebih dua tahun. Jika dikalikan maka 30 ribu rupiah kali 220 truk berjumlah, Rp.6.600.000,-.Kasarnya saja jika dikalikan selama sebulan maka 30 x Rp. 6.600.000,- sama dengan Rp. 198.000.000,-. Jika ditotal selama setahun Rp. 198.000.000,- dikali 12 bulan, berjumlah Rp.2.376.000.000,-.,” papar mantan Kabag Ops Polrestabes Medan ini.

Lebih lanjut kata Doni, penangkapan berawal informasi dari masyarakat beberapa waktu lalu dan dimonitor oleh Polda Sumut selama beberapa hari.

“Kita sudah pantau beberapa hari sebelumnya, dan kita lakukan penangkapan langsung pada operasi tangkap tangan. Saya melakukan penangkapan bersama personil Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut berdasarkan perintah Direktur Kriminal Khusus Polda Sumut, bapak Kombes.Pol. Toga Panjaitan. Kita sikapi aduan masyarakat yang resah dengan ulah para pengutip liar tersebut. Siapa sangka kutipan itu bisa capai miliran rupiah ?,” kata Doni.

Doni menambahkan, ketiga terduga diamankan bersama barang bukti, pisau cutter, uang tunai Rp. 1.915.000,-, kumpulan bon sebagai modus meminta uang, 2 rekap, dan satu unit truk pengangkut material milik korban.

“Malam ini kita berangkatkan ke Polda Sumut dan ketiganya kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh Kasubdit Tipikor. (RED/PT/TN/RH).

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai