Polisi Berhasil Gagalkan Rencana Peledakan Bom Saat Pelantikan Presiden dan Wapres

TARGET24JAMNEWS.COM || JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan, berawal dari 6 tersangka  yang ditangkap, terungkap sebuah desain besar yang dilakukan tersangka Abdul Basith (AB) dan kawan-kawan dalam upaya penggagalan pelantikan presiden dan wakil presiden di gedung DPR RI.

“Jadi ini saya sampaikan ada grand design besar yang intinya untuk menggagalkan pelantikan Presiden Indonesia pada 20 Oktober,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (21/10/19).

Tak hanya Abdul Cs, dalam penggagalan pelantikan tersebut juga banyak kelompok yang ingin melakukan hal tersebut.

“Yang pertama berkaitan dengan IR, AB dengan permufakatan jahatnya dengan beberapa pertemuan dia bisa merekrut tersangka Laode S yang diperintahkan untuk membuat bom rakitan dengan spinnel paku yang high exsplosive yang bisa lukai orang lain dengan radius 30 meter,” papar Kombes Pol. Argo Yuwono.

Mantan Kabid Humas Polda Jatim itu menyebutkan, Abdul dan kawan-kawan telah berhasil membuat bom rakitan sebanyak 29 untuk melakukan penggagalan pelantikan.

“Ini ada 29 yang sudah dibuat kemarin, ini grand design yang besar dibuat di situ. Sehingga nanti kegiatan-kegiatan pembuatan bom dengan spinnel paku ini dia bisa melukai banyak orang,” jelas Kombes Pol Argo Yuwono.

Sebelumnya polisi telah menangkap enam tersangka yang turut serta dalam perencanaan pengagalan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di gedung MPR RI pada Minggu (20/10/19).

“Ada komunikasi antara tersangka AB dengan tersangka SH. Tersangka SH ini berupaya menggagalkan pelantikan presiden dengan menggunakan ketapel. Rencananya untuk ketapel dan bola karet akan dipakai di gedung MPR untuk menyerang aparat,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Senin (21/10/19).

“Berawal dari WhatsApp grup, beranggotakan 123 orang. Dengan 5 admin. Di grup itu membahas, kegiatan yang akan dilakukan upaya untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden. Dari keterangan WA grup berkembang menjadi perencanaan,” sambung Kombes Pol. Argo Yuwono.

Kemudian polisi melakukan penangkapan kepada 6 tersangka tersebut yakni, SH, E, FAB, RH, HRS dan PSM. Para tersangka itu mempunyai rencana untuk mengagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

Atas perbuatannya tersebut para tersangka dikenakan pasal 169 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 187 ayat 1 KUHP, pasal 187 RKUHP pasal 1 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 92 Undang-Undang darurat dengan ancaman 5-20 tahun.(Red/Hum)

Bagikan berita ini