2 TAHUN TAK TERUNGKAP, INI KATA KAPOLDA SUMUT TENTANG 8 TAHANAN NARKOBA

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN —Lebih dua tahun lamanya, delapan tahanan kasus Narkoba yang melarikan diri dari Tahti Polda Sumut belum kunjung terungkap. Begitu juga setelah posisi pucuk pimpinan Polda Sumut berganti 3 kali dari Irjen Pol Raden Budi Winarso ke Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan Irjen Pol Paulus Waterpauw dan kini dijabat Brigjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, kedelapan tahanan tersebut tak juga tertangkap.

Saat ini, Direktur Narkoba Reserse Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Hendrik Marpaung belum juga berhasil mengendus keberadaan dan menangkap 8 tahanan titipan Direktorat Narkoba yang melarikan diri pada 13 Juni 2016 lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Agus Andrianto, SH., kepada www.target24jamnews.com menyampaikan tetap melakukan upaya pencarian.

“Kita masih tetap cari, dan kita minta juga masyarakat agar menginformasikan kepada pihak kepolisian terdekat mengenai keberadaan 8 tahanan yang melarikan diri itu,” kata jenderal bintang satu ini, Minggu (2/9) sekira pukul 22.23 wib.

Kapolda menegaskan, jika ditemukan kesalahan prosedur pasca pelarian tahanan tersebut pastinya diproses pihaknya.

“Jika ada ditemukan kesalahan anggota dalam menjalankan tugas, pasti akan diproses,” kata Kapolda Sumut kembali.

Ditanyakan soal apakah ada titik terang mengenai keberadaan kedelapan tahanan tersebut, Kapolda Sumut mengaku akan cek hal itu kepada anggotanya.

“Nanti kita cek, kalau sudah terang pasti sudah ditangkap,” pungkas Kapolda Sumut melalui sambungan seluler. 

Seperti diketahui, 11 tahanan Ditresnarkoba Poldasu kabur dengan cara merusak jeruji besi sel tahanan gedung tersebut pada 13 Juni 2016. Setelah dilakukan upaya pengejaran, 3 tahanan akhirnya berhasil tertangkap kembali.Ketiga tahanan yang kembali diringkus, di antaranya Rikho Triyoga Tama (32) warga Jalan Pesantren, Gang Masjid, Medan, Datuk Ega Juanda alias Ega (28) warga Jalan Tertib, No.99, Komplek Panggon Indah, Lingkungan XI, Kelurahan Rengaspulau, Kecamatan Medan Marelan dan Ahmad alias Syaiful Bahri (31) warga Desa Namoriam, Kecamatan Pancurbatu, Deli Serdang. Sedangkan, kedelapan tahanan tersebut, antara lain Syarifuddin (43) warga Jalan Pambon, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Suhermanto (25) warga Gang Tengah Trangon, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Busra (38) warga Desa Paya Rabo, Kecamatan Sawang, Aceh Utara dan Yudhi Kurniawan (26) warga Jalan Flores, No.10, Lingkungan II, Kelurahan Kebunlada, Binjai. Kemudian, Abdullah (37) warga Jalan Pulau Rupat, Lingkungan IX, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Teddy Sugara (39) warga Jalan Pancasila, Gang Keluarga, No.9, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Suliyadi (33) warga Dusun Kelapa, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai serta Herijal (24) warga Dusun Mangga II, Desa Uyem Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues. (RED/REL).
Bagikan berita ini