3 Bulan Kasus Tak Tuntas, Polsek Sunggal Dinilai Tidak Profesional Bekerja

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Fransisca Riwayati Sitorus (29) mengakui bahwa kinerja Polsek Sunggal Polrestabes Medan kurang profesional. Hal itu diutarakan Sisca kepada www.target24jamnews.com, terkait laporan terkait dugaan penganiayaan yang dialaminya belum kunjung ditangani kepolisian hingga tuntas.

Terduga pelaku penganiayaan Sisca, Alatas. Saat ini pelaku masih belum kunjung ditangkap polsek Sunggal.

“Saya bingung dengan kinerja Polsek Sunggal. Kemarin pun kami ingatkan jupernya baru dikeluarkan SP2HP. Jika nggak kami ingatkan jupernya nggak mau ingatkan saya. Sejak 23 Agustus 2018 kasus penganiayaan diri saya telah dilaporkan, namun saya belum tau bagaimana kasus ini tuntas. Tersangkanya pun masih berkeliaran,” kata Sisca, Kamis (8/11) sore. 

Warga Medan Selayang ini meminta pelaku penganiayaan terhadap dirinya segera ditangkap, karena dirinya merasa terancam dengan masih bebasnya pelaku.

“Pelaku itu tidak jauh tinggal dari rumah saya. Jadi saya trauma dan takut. Kalau tersangkanya belum ditangkap, saya masih belum aman,” ujar Sisca.

Sisca menjelaskan, bahwa pelaku atas nama Ari Alatas menganiayanya tanpa sebab pada  Selasa 21 Agustus 2018, sekira pukul 22.00 Wib. TKP berada di Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang atau tepatnya  di depan Kantor Pegadaian.

Pelaku kata Sisca melakukan kekerasan dengan cara memiting lalu mendorong dirinya kelantai mobil, kemudian mengambil Handphone dan membuangnya ke aspal.

Diketahui kasus yang diadukan atas korban nama Fransisca Riwayati Sitorus dilaporkan ke Polsek Sunggal pada 23 Agustus 2018, dengan nomor Laporan Polisi : LP/574/K/VII/2018/SPKT Polsek Sunggal. 

Sayangnya kasus ini telah bergulir hampir 3 bulan belum kunjung ditanggapi Polsek Sunggal hingga punya kepastian hukum. (RED/HUM). 

Bagikan berita ini