4 TERDUGA PELAKU PUNGLI DI PASAR MARELAN, DIKABARKAN BEBAS

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Masih segar diingatan kita bahwa Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) mengamankan Kepala PD Pasar Marelan, Alim Syahputra dan tiga orang rekannya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pasar Marelan, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (24/8) lalu.  Tiga orang lainnya adalah karyawan P3TM Marelan, Roni Mahera (47), bendahara/sekretaris P3TM Pasar Marelan, M. Ali Arifin (50), dan anggota P3TM Marelan, Rasty (49). Kemudian pada Sabtu 15 September 2018, Ketua P3TM, Aliswan ditangkap Polda Sumatera Utara di Pagurawan, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara.

Sayangnya, beredar informasi dari sumber dipercaya, keempatnya dibebaskan dengan alasan penangguhan penahanan.

Poldasu beberapa waktu lalu mengamankan ketua P3TM dari Batubara.

“Ya pak, benar kami dengar informasinya 4 yang ditangkap Polda saat OTT itu sudah bebas. Kabarnya ditangguhkan penahanan,” jelas sumber kepada www.target24jamnews.com, Minggu (14/10) sore.

Senada dengan komentar salah seorang pedagang yang meminta namanya tidak dicatut, yang membenarkan informasi tersebut.

“Ya bang, katanya udah bebas. Kok bisa bebas ya bang ? Padahal tuntutan kami para pedagang Marelan belum terpenuhi. Biasanya kalau OTT itu kan nggak bisa bebas bang ? Rencananya esok (Red-Senin) kami akan ke Polda Sumut tanyakan hal ini. Kami keberatan bang. Soalnya kami resah banyak pungli dan kami nggak tau kemana lagi mengadu kalau nggak ke Polisi,” ujar sumber.

Kasubdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Leonardo Simatupang SIK., saat dikonfirmasi terkait informasi tersebut belum berhasil, kendati pesan elektronik melalui aplikasi Whatsapp telah terkirim lebih dari 24 jam lamanya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes.Pol. Tatan Dirsan Atmaja SIK., saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

“Nanti kita cek,” kata Tatan.

Sebelumnya disampaikan oleh Ka. Penmas Polda Sumut, AKBP. MP Nainggolan bahwa penangkapan dilakukan setelah ada informasi dari masyarakat dan di media sosial tentang adanya pungutan liar di Pasar Marelan. OTT ini, kata Nainggolan, berawal dari adanya jual beli meja dagangan yang dilakukan P3TM dan uang tersebut disetorkan kepada Kepala PD Pasar Marelan.

“Harga meja dagangan itu dijual Rp1 juta sampai Rp12 juta dengan uang muka sebesar Rp3 juta dan selanjutnya akan dicicil pedagang ke P3TM,” ungkapnya. Petugas mengamankan barang bukti uang sebanyak Rp2 juta, satu tas ransel yang berisi berkas dan kuitansi, dan empat buah ponsel,” ujarnya.

“Selanjutnya, tim saber pungli mengamankan pelaku dan menyerahkan ke Unit Saber Pungli Polda Sumut di Subdit 4 Renakta Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (RED/HUM). 

Bagikan berita ini