9 tiang listrik di Asahan tumbang, akibat angin kencang

TARGET24JAMNEWS.COM  |  ASAHAN — Akibat angin kencang, sedikitnya 9  tiang jaringan listrik milik PLN tumbang di Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan.

Musibah tersebut terjadi  pada Minggu (14/7) sekira pukul 22.00 WIB. Angin kencang yang diiringi dengan hujan deras mengakibatkan tiang listrik dan pohon tumbang ke badan jalan sehingga aliran listrik di 4 Desa di Kecamatan Bandar Pulau terputus.

“Kencang kali anginnya bang, saking kencangnya pohon-pohon dipinggir jalan dan tiang listrik ini tumbang dihantam angin yang datang,” Ujar Poniman, warga Dusun V Desa Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau, ketika dikonfirmasi oleh awak media, Senin (15/7)

Dari kejadian tersebut, aktifitas masyarakat sempat terganggu karena tidak bisa melintas ke Desa Gonting Malaha, Desa Perkebunan Aek Tarum, Desa Huta Rao, dan Desa Aek Nagali akibat pepohonan dan tiang listrik yang ambruk menutupi badan jalan.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Desa Gonting Malaha bekerja sama dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT.Asian Agri bahu membahu melakukan pembersihan material pepohonan.

“Saat ini kita dari perusahaan PT.Asian Agri bersama dengan pihak Desa Gonting Malaha tengah  membersihkan material pepohonan yang tumbang nenimpa jalan ini bang, supaya bisa dilalui kendaraan roda 4 keatas,” Ujar Heru Irvana Harahap, Asisten CSV Asian Agri didampungi mandor CSV Rianto.

Kepala Desa Gonting Malaha, Supian Sitorus  mengatakan  pihaknya tengah berupaya melakukan pembersihan pepohonan yang ambruk menutupi badan jalan.” kita bersama-sama berinisiatif melakukan pembersihan material pepohonan ini supaya bisa dilalui warga,” ujar Supian.

Sementara itu, Kepala Ranting PLN Kisaran, Heryanto Siburian mengatakan pihaknya sudah sampai kelokasi untuk melakukan perbaikan. Ada beberapa tiang yang patah harus diganti sedangkan yang masing bagus didirikan kembali. 

“ Selain kita perbaiki tiang, kami juga berharap dan bermohon untuk mengiklaskan pohon disekitar dipotong, agar arus listrik bias kembali dialirkan,” ungkap Heryanto. (red/ant).

Bagikan berita ini