Doni Parhusip, “Sampai Matipun Aku Tak Mau Berdamai”, Kasus Penganiayaan 3 Tahun Mengendap Di Polresta Deli Serdang

Foto : Mengendap Laporan Polisi Nomor LP/18/I/2017/SU/RES DS Tanggal 7 Januari 2017 Dengan Pelaku Bongotan Siburian


TARGET24JAMNEWS.COM || DELI SERDANG – Terhendusnya khabar berdamainya antara Doni Parhusip dengan Bongotan Siburian Anggota DPRD Deli Serdang atau yang dikenal dengan sebutan si Oppung yang diduga Bandar Judi Kelas Kakap di Wilayah Hukum Polresta Deli Setdang, ternyata tidak benar.

Hasil wawancara tim media ini dengan korban Penganiayaan Doni Parhusip mengatakan, “saya meminta kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia agar memperhatikan Laporan Pengaduan saya ini di Polresta Deli Serdang sesuai Nomor Laporan Pengaduan nomor LP/18/I/2017/SU/RES DS tanggal 7 Januari 2017. Rabu (6/5/2020) lalu.

Lanjutnya, “sampai matipun aku tak mau berdamai dengan Bongotan Siburian”, tak pernah aku tau kami sudah berdamai. Sudah sangat lama kasus ini tidak ada kepastian hukum. Ada apa dengan Polresta Deli Serdang hingga sampai saat ini tidak bisa menggungkap kasus Laporan Pengaduan ini. Hukum jangan tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Kronologi singkat menurut pengakuan korban Doni Parhusip, dilaporkannya Bongotan Siburian alias oppung ke Polres Deli Serdang, awalnya saya dengan Bongotan Siburian kerjasama untuk mengarahkan para Juru Tulis Togel untuk menyetor omset penjualan nomor togel kepada Bongotan Siburian alias Oppung dengan perjanjian Bongotan Siburian memberikan komisi 27 persen kepada saya. Hitungan persenan pun dilakukan sekali dalam sepekan. Selain persenan omset, saya akan diberikan persenan jika bandar menang.

Lanjutnya, saya mencari para jurtul dan memberikan komisi 20 persen dari omset kepada jurtul. Para jurtul togel yang saya rekrutpun menyetor kepada Bongotan Siburian. “Total omset dari jurtul ku berkisar Rp 40 juta”.

Maka sesuai perjanjian, saya meminta persenan dari omset yang disetorkan jurtulnya kepada Bongotan Siburian. Namun isteri Bongotan Siburian menyatakan kepada saya agar mengambil persenan omset pekan depannya saja. Mendengar hal itu saya menjawab “ia”, tapi isteri dan anakku perlu juga makan dan meminta uang Rp 5 juta dulu. Mendengar ucapanku itu istri Bongotan Siburian memberikannya dan menyatakan agar saya berurusan sama Bongotan Siburian alias Oppung saja.

Pekan berikutnya, aku kembali meminta persenan dari omset, tapi isteri Bongotan Siburian menyatakan jika persenan saya sudah tidak ada lagi. Mendengar hal itu, Bongotan Siburian alias Oppung menengahinya dan menyatakan kepada saya agar tidak mengungkit itu lagi dan jangan ribut. Bongotan Siburian pun menyatakan agar saya berhubungan dengannya (Bongotan Siburian) alias Oppung saja. “Kalau ku hitung jumlah persenan dari omset dan komisi dari kemenangan sudah berkisar Rp 20 juta”.

Karena hitungan persenan dari omset seperti yang dijanjikan tidak jelas, maka saya beralih dan menyetor omset ke bandar togel lain yang sekarang sudah tutup. Beralihnya saya ke bandar judi togel lain mengakibatkan omset Bongotan Siburian alias Oppung menurun sehingga Bongotam bersama isterinya dan dua orang lainnya mendatangi aku dirumah.

“Saat itu aku terjatuh karena didorong Bongotan Siburian alias Oppung itu, HP juga jatuh dan diambil isteri Bongotan Siburian. Lalu aku mendatangi Bongotan Siburian alias Oppung kerumahnya namun aku diancam dengan pisau pada bagian leher ku di warung depan rumahnya”, terangnya.

Tim media ini mempertanyakan kasus ini ke Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang M Firdaus, tidak menjawab pesan whatshap sampai berita ini diterbitkan. Kamis (7/5/2020) lalu.

Sekjen DPD Deli Serdang Lsm Topan-RI melalui C.Sipayung mengatakan kepada awak media ini, “akan kita tindak lanjuti melalui surat masalah ini hingga tuntas proses hukumnya. Selasa (12/5/2020).

Bagikan berita ini