ADVOKAT : PENISTA AGAMA DI BINJAI, FADEL HARUS DITAHAN

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Penista agama Muhammad Fadel (19) warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, yang dibebaskan dengan wajib lapor mendapat kritikan dari advokat Sumatera Utara.

Lamsiang Sitompul SH MH mengatakan kasus penista agama yang ditangani Polres Binjai seharusnya jangan menerapkan standar ganda, yakni disatu sisi polisi harus melakukan penahanan sedangkan yang lain tidak ditahan. 

“Polisi jangan menerapkan standar ganda, disatu sisi polisi melakukan penahanan sedangkan yang lain tidak ditahan. Kasus penista agama yang kita temukan diberbagai daerah ada yang dilakukan penahanan. Contoh kasus Anthony Hutapea yang di Medan. Itu ditahan polisi kan ?,” kata Lamsiang.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Lamsiang Sitompul, orang tersenyum, orang berdiri
Lamsiang Sitompul SH MH saat berkunjung ke Mapolda Sumut bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH

Lamsiang meneruskan, terhadap para pelaku penista agama ini perlu ditindak tegas. Agar ada efek jera bagi pelaku lainnya.

“Karena yang tertangkap itu hanya sebagian kecil, dimana penghinaan-penghinaan terhadap agama ini bisa menimbulkan konflik yang lebih luas dan mengganggu stabilitas Nasional,” ujar advokat ini. 

Lamsiang menambahkan, kedepan Pemerintah harus meregistrasi semua akun media sosial, karena penyebar kebencian, fitnah itu berasal dari pemilik akun yang bukan dirinya. 

“Saran saya agar Menkominfo agar meregistrasi semua akun media sosial, karena penyebar ujaran kebencian ini kebanyakan berasal dari akun palsu. Lebih jauh kalau menkominfo tidak proaktif menangkal ujaran kebencian dan berita hoaks, maka Presiden layak untuk mencopot Menkominfo,” imbuh Lamsiang. 

Seperti diketahui, pernyataan permintaan maaf Muhammad Fadel (19) digelar pada Selasa (7/5) dinihari, sekira pukul 00.57 WIB, di Aula Catur Sakti Polres Binjai. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pemuka agama, masyarakat dari Jalan Imam Bonjol Kelurahan Setia, serta dipimpin oleh Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto SH SIK MH.

Fadel diduga melakukan penistaan agama dimedia sosial pada akun IG (Instagram), Senin (6/5) dan membuat warganet heboh. Postingan mahasiswa salah satu universitas di kota Medan ini awalnya membahas dan menanggapi sebuah situs di Tirto.Id terkait masalah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender). Fadel dalam komentarnya mendukung prinsip LGBT, dan berlanjut dengan memposting kalimat yang menyebutkan ‘Allah Maha Bodoh dan Maha Goblok’. Spontan saja warganet marah akibat postingan pria kelahiran 1 Oktober 1999 itu. Puncaknya, pada Senin malam sekitar 150 warga menggeruduk kediaman Fadel. Beruntung polisi tepat waktu dan berhasil mengamankan Fadel dari amukan warga.  (RED/HUM).

Bagikan berita ini