AKTIVIS ETNIS TIONGHOA HANSEN JELASKAN PENGERTIAN IMLEK

TARGET24JAMNEWS.COM  | MEDAN — Imlek merupakan perayaan penggantian musim, yaitu dari musim dingin ke musim semi. Dimana saat yang paling tepat bercocok tanam dan bersukacita dengan alam. Selama 15 hari perayaan dilaksanakan dan biasa di saat itulah semua keluarga saling berkumpul, saling mengunjungi, bersilahturahmi serta berbagi kebahagiaan.

Tokoh dan aktifis etnis Tionghoa Hansen Tevin SE menjelaskan, ada beberapa ornamen yang autentik dengan Imlek, dan semua ada latar belakang cerita turun temurun yang dilestarikan.
1. Barongsai
Dahulu kala ada makluk yang bernama Nian. Makluk ini suka mengganggu para petani di suatu desa. Hingga suatu saat mereka berupaya mengusir Nian dengan cara menakuti Nian, yakni dengan membuat singa yang diarak warga disertai bunyian keras. Alhasil mereka berhasil mengusir Nian dari desa mereka.
Hingga saat ini Barongsai diyakini mampu mengusir roh jahat yang ada disekitar kita.
2. Angpao
Kertas amplop berwarna merah ini paling ditunggu anak2. Karena setiap angpao berisi uang. Arti dari angpao itu sendiri selain berbagi kegembiraan dalam bentuk rezeki, juga merupakan doa kepada penerima agar di tahun mendatang senantiasa mendapatkan berkah bai sepanjang tahun.
3. Kue bakul
Kue bakul seperti kita ketahui cara pembuatannya tidak jauh berbeda dari dodol. Semakin lama diproses akan semakin enak. Kue bakul melambangkan eratnya hubungan keluarga. Seperti kita ketahui kue bakul itu sangat lengket. Diharapkan hubungan keluarga adem dan lengket sepanjang tahun.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, teks
Tokoh etnis Tionghoa Hansen Tevin SE

“Seiring waktu segala kebiasaan diupgrade hingga zaman sekarang, bahkan ada bunga sakura yang dihias. Dimana musim semi bunga sakura bermekaran di daerah 4 musim. Untuk daerah lain hanya memakai bunga palsu yang dihias sedemikian rupa untuk menambah meriahnya Imlek,” ujar Hansen.

“Untuk perayaan lain akan dikupas pada saat perayaan, yakni sembahyang tengah malam 0909 Lunar, Cheng Beng, Bak Cang, Ulambana, Kue Bulan Cap Go Meh, dan Kue cenil,” tutup Hansen. (RED/HUM). 

Bagikan berita ini