dilihat 90 kali

Anggota DPRD Sumut Toni Togatorop reses ke Dairi

Dairi-Kehadiran Toni Togatorop,SE.MM Anggota DPRD Sumatera Utara di Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Karo, Dairi, Pakpak Bharat dihadiri ratusan masyarakat di masing-masing 3 kecamatan, dan meminta masyarakat untuk menyampaikan keluh kesah tentang kebijakan di berbagai sektor, Kamis,(09/02/2018).

Toni Togatorop,SE. MM saat menuju tempat reses dilaksanakan, melihat Danau Toba telah tercemar persisnya di Desa paropo Kecamatan Silalahi Kabupaten Dairi, dan menjadi persoalan dengan adanya ikan perak kecil-kecil mati dan busuk didanau toba dan mengeluarkan bau menyengat yang sangat mengganggu masyarakat.

Kepala Desa Paropo Bena Sihaloho dihadapan Anggota DPRD Sumut Toni Togatorop,SE. MM menyatakan, bahwa penemuan ikan “Perak” yang bermatian diperairan Danau Toba persisnya di Desa Paropo Kecamatan Silalahi Kabupaten Dairi sudah berlangsung beberapa bulan ini.

Tetapi hingga kini belum ada penjelasan dari Pemerintah, terkait bahaya dan penyebab matinya ikan-ikan tersebut. Kami merasa resah, dipinggiran Danau Toba penuh bangkai ikan perak sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Bahkan para Wisatawan yang biasa ramai mengunjungi Paropo dan Silalahi sekitarnya sekarang drastis menurun, karena mereka mengangap air danau tidak lagi steril, dan diduga mengandung racun. Ujar Bena Sihaloho.

Toni Togatorop,SE. MM Menanggapi keresahan warga masyarakat, Toni togatorop berjanji akan menyampaikan hal ini kepada Pemerintah Provsu dan Dinas Lingkungan Hidup Provsu, agar segera turun kelokasi untuk melakukan penelitian tentang bahaya ikan perak yang bergelimpangan dipingiran Danau Toba, dan mengukur kesterillan air Danau Toba.

“Kita akan mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Lingkungan Hidup Provsu segera turun kelokasi dan meneliti apa penyebab matinya ikan di Danau Toba, serta bahaya bangkai ikan perak tersebut, karena hingga kini mengeluarkan bau busuk dan menyegat dipinggiran Danau Toba.Maka Pemerintah diminta segera turun meneliti dan mengendalikannya, demi kesehatan masyarakat kec Silalahi.” Ujar Toni Togatorop.

Sementara, Reses Anggota DPRD Sumut Toni Togatorop di kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi menyatakan, bahwa persoalan sangat extrim terjadi korban kematian warga. Adanya tapal batas antar desa, Kabupaten Dairi dengan Karo yang tak jelas sehingga membuat warga tarik menarik kepentingan yang mungkin didalangi pengusaha atau penguasa.

Toni Togatorop juga berharap, agar permasalahan ini jangan dilama-lamakan, dan segera diselesaikan sehingga status hukum jelas dan tidak menyulitkan polisi dalam menentukan status hukum akan TKP.

Saat meninjau terminal bus di Sitinjo Dairi, Toni Togatorop mengatakan, sejak dibangun tidak berfungsi dan gedung terlantar bagaikan kandang berumput, serta gudang colstrage pendingin sayur mayur juga bagaikan kandang tidak bertuan dan hancur begitu saja, diduga telah menghamburkan Miliyaran Rupiah uang Negara.

Sebelum mengakhiri resesnya, Toni Togatorop,SE. MM memberi bingkisan buku dan pulpen bagi siswa/i berprestasi mulai PAUD/TK, SD kls 1 s/d 6, SMP, SMA mulai juara 1,2,3, dan memberikan bantuan pupuk organik
kepada petani.(Harry)

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai