Audensi Tim MUPDS Pertanyakan Wartawan dan Dugaan Penganiayaan 3 Tahun Terduga BS

TARGET24JAMNEWS.COM || DELI SERDANG – Tim Media Unit Polresta Deliserdang (MUPDS) lakukan audiensi dengan Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi di Aula Catur Prasetya Mapolresta Deli Serdang. Selasa, (7/1/2020).

Pantauan wartawan online target24jamnews.com, audensi Diawali perkenalan masing Wartawan, Ketua MUPDS, Batara Sidik Tampubolon berterimakasih menerima audensi dari tim MUPDS. Bahan perbincangan yang diangkat terkait 2 Wartawan di Polresta Deli Serdang sebagai terlapor akibat pemberitaan, Kasus Penganiayaan 3 Tahun BS dan Intruksi Kapoldasu khususnya mengenai judi Togel Bersih Diwilayah.

Batara menyebutkan kasus yang ditangani oleh Unit IV Satreskrim, ada 2 orang Wartawan unit Polresta Deli Serdang yakni Hulman Situmorang dan Fani Ardana sebagai terlapor dalam Konseling Laporan Pengaduan tanggal 17/10/19 dengan Pelapor Elina Br. Sinabariba begitu cepat diproses dari pada Kasus Dugaan Penganiayaan yang sudah 3 tahun mandek dengan Pelapor Doni Parhusib yang terduga tersangka Bongotan Siburian Anggota DPRD Deli Serdang.

Banyak hal yang menjadi bahan perbincangan saat itu mulai dari sinergitas hingga persoalan kasus yang ditangani oleh pihak Polresta Deliserdang, sebut Batara.

Tambah Batara,  Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi baru bertugas di Polresta Deliserdang, berharap agar dalam penanganan kasus 2 Wartawan ini Polisi bisa bersikap profesional.

Padahal menurut Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dengan Polri Nomor 2/DP/MoU/II/2017 pasal 4 ayat 1 menyebutkan para pihak berkoordinasi terkait perlindungan kemerdekaan pers dalam pelaksanaan tugas di bidang pers sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dalam Pasal 8 UU Pers dinyatakan dalam menjalankan profesinya, jurnalis mendapat perlindungan hukum. Merujuk pada KUHP dan Pasal 18 UU Pers, pelaku kekerasan terancam hukuman dua tahun penjara atau denda Rp 500 juta.

Sementara itu, jurnalis lainnya, Indra Gunawan Sipahutar berharap agar ke depan polisi bisa berpedoman pada MoU tahun 2017 antara Dewan Pers dengan Kapolri dalam hal penanganan penyelesaian masalah perkara pemberitaan.

“Kami teman-teman wartawan sangat mengapresiasi adanya MoU Dewan Pers dengan Polri yang dibuat pada zaman Bapak Kapolri Tito Karnavian. Karena kita anggap MoU itu di kesampingkan, makanya kemarin kita sempat protes,” kata Indra yang merupakan wartawan dari Tribun Medan.

Menanggapi hal itu, Kombes Yemi Mandagi mengaku sudah mengetahui bahwa adanya wartawan Unit Polresta Deliserdang yang dilaporkan terkait  ituYemi berjanji akan menyelesaikan kasus ini dan memberikan kepastian hukum.

“Saya minta maaf sama rekan rekan kalau penanganan kasus ini tidak sesuai prosedur dan kalau ada anggota yang tidak profesional. Karena setahu saya masalah ini sudah ditangani Dewan Pers dan hingga sekarang belum ada jawabannya. Yakinlah, saya tidak akan menzolimi, dan yakin lah kami tidak ada mengkriminalisasi kawan kawan wartawan, karena saya paham betul dunia cyber”, tegasnya. (Pyg).

Bagikan berita ini