Bapak Dan Anak Kompak Aniaya Korban Dengan Parang

TARGET24JAMNEWS.COM  |  TAPANULI UTARA — Bapak dan anak menjadi tersangka kasus penganiayaan terhadap Naek Parningotan Lumban Tobing (32) warga Lumban Batu II, Desa Parbubu I, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Kedua tersangka itu yakni, KMP (41) dan CAP (17), warga Desa Parbubu II, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.  Keduanya ditangkap pada Kamis (4/10) sekira pukul 10.00 wib.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP. Horas Marasi Silaen M.PSi., melalui Kasat Reskrim AKP. Hendro saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan kedua tersangka, Kamis (4/10) malam.

“Benar ada kita amankan bapak dan anak terkait kasus dugaan tindak pidana kekerasan didepan umum atau penganiayaan,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Binjai itu.

Hendro menjelaskan, kronologis kejadian bermula tersangka CAP pergi kesawah milik keluarga bersama ibunya, pada Kamis (4/10) sekira pukul 08.00 wib. Setibanya di sawah dan bekerja selama 1 jam, CAP dan ibunya mendengar suara KMP yakni ayahnya adu mulut dengan seseorang.

“Karena anak terlapor yakni CAP dan ibunya mendengar ada keributan, kemudian keduanya melihat ayahnya bertengkar dengan Naek Lumban Tobing tak lain korban. CAP melihat ayahnya menonjok wajah bagian kiri sebanyak satu kali terhadap korban dengan mempergunakan tangan. Hingga CAP ini membawa sebilah parang karena emosi. CAP emosi karena korban berkata kasar kepada ayahnya,” beber Kasat Reskrim.

Lebih lanjut Kasat Reskrim menceritakan bahwa CAP mengayunkan parang tersebut kearah korban namun terhenti saat KMP berusaha menghalanginya.

“KMP berusaha menghentikan niat anaknya CAP karena berusaha ingin melukai korban dengan mempergunakan parang. Korban kemudian mendorong CAP, dan parang tersebut terjatuh sehingga menyayat jari telunjuk kanan CAP, dan korban menantang pelaku dengan mengatakan nah tebaslah nah. CAP bergegas mengambil parang yang terjatuh dan langsung menusukkan parang tersebut kearah pinggang sebelah kanan belakang korban hingga jatuhlah korban dalam posisi telungkup. CAP kemudian melompat kepunggung korban dan mendorong korban dengan kaki bagian kanan sambil memukuli wajah korban dengan menggunakan tangan kiri,” ujar Hendro.

Masih kata Kasat Reskrim, setelah aksi kekerasan itu korban pun kesakitan dan berusaha menjerit untuk minta tolong. Dan seorang warga, Dopo Simorangkir  yang melihat kejadian tersebut juga diancam agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun.

“Korban akhirnya tergeletak dan meminta tolong sembil menjerit kesakitan. Tapi tidak membuat para pelaku ini merasa kasihan dengan korban. Lalu ada seorang saksi bernama Dopo Simorangkir yang melihat kejadian juga diancam sambil berkata, Jangan sampe kau kasih tau ya, kalau kau kasih tau lihat lah nanti kau, tidur kau ditanah itu,” ujar Hendro menirukan pernyataan tersangka tersebut.

“Saat ini kedua pelaku kita amankan berikut barang bukti berupa sebilah parang,” pungkas Kasat Reskrim. (RED/HUM). 

Bagikan berita ini