Boasa Simanjuntak : Kita Harus Melakukan Gerakan Moral Dengan Kekuatan Massa Tolak Pemusnahan Babi

TARGET24JAMNEWS.COM || MEDAN – Ribuan Pengusaha Peternak Babi akan menggelar unjuk rasa besar-besaran menolak rencana pemusnahan ternak babi di Sumut.Hal ini diungkapkan saat acara rapat Save Babi Sumatra Utara yang diikuti ribuan masyarakat Batak. Rapat berlangsung di Wisma Mahinna, Jalan Rela Medan, Selasa (21/1/2020).

Adapun gerakan ini yang dinamakan gerakan “Save Babi ” muncul ide dari Boasa Simanjuntak karena spontanitas yang menganggap babi punya kedaulatan di adat istiadat Batak,menyusul wacana yang dikeluarkan Gubernur Edy Rahmayadi untuk memusnahkan babi di Sumut.

“Kita mempertahankan kedaulatan babi,karena kita hidup untuk masa depan kita dengan beternak Babi,dan tidak bisa digantikan dalam adat istiadat dengan hewan apapun itu ,”ungkap Boasa.

Boasa berharap Pemerintah jangan tutup mata dengan kejadian tersebut,seolah olah tidak ada jalan keluar dalam permasalahan tersebut.

“Class Action atau Gugatan Kelompok akan tetap kita lakukan  untuk mewujudkan keinginan masyarakat,apapun yang dilakukan pemerintah yang berdampak pada kerugian,harus dicabut semua,”Kata Boasa.

 

Boasa menolak keras Pemusnahan Babi dan menuntut Pemprovsu agar mencari jalan keluar penanggulangannya.Boasa heran kenapa Virus antrax yang melanda sapi bisa diselesaikan sedangkan virus babi susah penanganannya.

“Saya menduga – duga bahwa virus yang diisukan yang mengakibatkan banyak ternak babi mati adalah permaianan daripada babi radikal kaki dua” ungkap boasa.

Boasa juga mengutarakan bahwa dengan adanya perlawanan yang dilakukannya muncul banyak intervensi dari berbagai pihak dan juga ancaman kematian juga cacimaki bagi dirinya.

Boasa juga menduga bahwa hal ini terjadi karena adanya konspirasi besar dalam hal perdagangan daging babi ,sekelompok orang memanfaatkan situasi sekarang ini ingin menciptakan satu pengusaha monopli ternak babi.

Boasa mengajak semua elemen masyarakat batak bisa bersatu.

“Mari kita bersatu dan melakukan gerakan untuk lebih memastikan tidak adanya diskriminasi terhadap kedaulatan babi dan menyatukan visi misi akan menjadi perhitungan dan akan menjadi satu barometer dalam hal penanganan hewan ternak babi” katanya mengakhiri.(Jos)

 

 

Bagikan berita ini