Bobroknya Kinerja Gustian Kepala Inspektorat Sergai

Foto Plang Proyek Pembangunan Jembatan Gantung Desa Pamah Kec.Silinda Kab.Serdang Bedagai


TARGET24JAMNEWS.COM || SERGAI

Banyaknya perngantian pejabat pada masa Pemerintahan Bupati Sergai Soekirman dan Wakil H. Darma Wijaya tidak membuat adanya perubahan di Instansi Pemerintah Kabupaten Sergai.

Saat tim media ini wawancara dengan Sekjen Lsm Topan-RI (Lembaga Swadaya Masyarakat Team Operasional Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia) Dpw Sumut Pak Sipayung, mengatakan, akan mengkonfirmasi Inspektorat Sergai setelah mendapatkan salinan dari tim kalau Surat yang dikirim dari Polres Sergai ke Inspektorat Sergai

Setelah menunggu hampir satu tahun lamanya, ternyata macet di Inspektorat Sergai. Tim Lsm TOPAN RI menindaklanjuti surat tersebut ke Inspektorat Sergai. Pertemuan antara tim Lsm TOPAN-RI dengan Kepala Inspektorat Sergai Gustian beserta pejabatnya berlangsung di Aula Inspektorat. Rabu (12/2/2020) lalu.

Terkesan Kepala Inspektorat Sergai H. Gustian, SE, MM, AK sebagai Kepala Inspektorat Sergai tidak memahami topik dalam pertemuan kami. Jelas Bupati dan Wakil salah memberikan jabatan pada Gustian sebagai Kepala Inspektorat Serdang Bedagai. Sebab tujuan kami Lsm Topan RI perihal menanyakan, “kenapa Surat dari Tipikor Polres Sergai tidak digubris Inspektorat Sergai sudah hampir satu tahun”. “Perihal permintaan pemeriksaan khusus terkait dugaan korupsi pada pembangunan jembatan gantung di Desa Pamah tahun 2018”.

Sedangkan kami Lsm Topan RI memberikan Laporan Pengaduan di Polres Serdang Bedagai diterima dan ditindak lanjuti terkait Proyek Pembangunan Jembatan Gantung di Dusun II Desa Pamah Kecamatan Silinda Kabupaten Sergai yang memakan biaya 514.279.000 dari Dana Desa tahun 2018. Proyek Pembangunan Jembatan berada diatas sungai yang curam. Jadi sangat beresiko pada masyarakat jika jembatan tersebut ambruk pada saat digunakan.

Dengan menirukan kalimat Gustian Kepala Inspektorat Sergai. Sekjen Lsm Topan RI, “kalau saya diminta Bupati untuk menjabat di Kepala Inspektorat Sergai ini, lebih baik menjabat ditempat lama. Mana RAB (Rancangan Anggaran Biaya)  dan gambarnya kalian, ada gak. Kalau RAB dan gambarnya, segera kami periksa. Jika ambruk jembatan itu, kami langsung penjarakan Kepala Desa dan Pemborongnya. Jadi kami perlu jawab surat ini”.

Bobroknya menajemen Inspektorat Sergai, karena tidak adanya serah terima tugas pekerjaan antara Kepala Inspektorat beserta jajarannya. Sehingga laporan pengaduan yang masuk ke Inspektorat Sergai pantas sulit untuk ditindak lanjuti.

Lanjutnya, dari kasus yang tim Lsm TOPAN-RI adukan ke Polres Sergai secara resmi beberapa waktu yang lalu, terkait Proyek Pembangunan Jembatan Gantung di Dusun II Desa Pamah Kecamatan Silinda Kabupaten Sergai yang memakan biaya 514.279.000 dari Dana Desa tahun 2018. Proyek Pembangunan Jembatan berada diatas sungai yang curam. Jadi sangat beresiko pada masyarakat jika jembatan tersebut ambruk pada saat digunakan.

Tim media ini menuju lokasi di Desa Pamah beberapa waktu lalu, tampak jelas Kantor Desa Pamah jarang buka. Menurut penuturan masyarakat Desa Pamah yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan, “kalau ada yang perlu bang,  bawa kerumah buk kades saja, karena kades seringan dirumah”.

Ketika tim media ini mengkonfirmasi beberapa waktu lalu, Bapak Harapan T selaku rekanan pemenang proyek yang mengerjakan proyek pembangunan jembatan gantung di Desa Pamah mengatakan, “tidak ada yang salah dalam pekerjaan ini, saya Insiniur Tehnik. Semua sudah sesuai aturan dan bahan”.

Namun ketika diperhatikan dengan jelas dokumen foto saat pekerjaan tahun 2018 sebagai acuan laporan pengaduan di Polres Sergai. Jelas nampak adanya penyambungan besi Besar (H) ke besi kecil (L) pada posisi dasar tanah. Sehingga saat ini besi tersebut tidak kelihatan, karena sudah dicor semen. Belum lagi bahan – bahan lainnya menurut sumber informasi tim media ini, banyak bahan – bahan bekas yang digunakan dalam proyek ini. (Pay).

Bagikan berita ini