dilihat 127 kali

BPN Prihatin Karena Jokowi Unggul di Lembaga Survei Australia

TARGET24JAMNEWS.COM  |  JAKARTA — Direktur Konsolidasi Nasional Badan Pemenangan Nasional  (BPN) Prabowo-Sandi Fuad Bawazier mengatakan pihaknya prihatin dengan hasil survei Roy Morgan. Menurut dia, hasil survei itu keliru dan tidak sesuai dengan hasil survei internal BPN.

Sebelumnya, lembaga survei asal Australia Roy Morgan menyatakan bahwa masyarakat Indonesia menginginkan Joko Widodo kembali menjadi presiden.

“Ini kita prihatin,” ucap Fuad di Media Center BPN Jalan Sriwijaya, Jakarta, Senin (4/3).

Fuad mengklaim survei internal BPN menyatakan hasil berbeda. Prabowo Subianto – Sandiaga Uno sudah unggul atas Jokowi – Ma’ruf Amin.

Fuad tidak menyebut angka secara rinci. Dia hanya mengatakan selisihnya hanya sedikit. Kini, kata Fuad, BPN lebih menyibukkan diri dengan mengkonsolidasikan kekuatan untuk menjaga tempat pemungutan suara (TPS) agar tidak ada kecurangan.
Fuad lalu mengatakan bahwa survei elektabilitas kerap menjadi ajang bisnis pelaku politik. Karenanya, hasil lembaga survei kerap tidak otentik. Dia menganggap hal itu sudah terjadi sejak Pilkada DKI 2017 lalu.
“Survei itu sudah lama dijadikan ajang bisnis. Seperti pemberian gelar dari dalam dan luar suka dijadikan ajang bisnis. Kredibilitas semua itu sudah sangat menurun,” ucap Fuad.
Sebelumnya, lembaga survei asal Australia Roy Morgan menyebut elektabilitas paslon nomor 01 Jokowi – Maruf unggul atas paslon nomor urut 02 Prabowo – Sandi. Jokowi-Ma’ruf meraih 58 persen, sementara Prabowo – Sandi 42 persen.
Meski demikian, selisih keduanya sudah tipis. Prabowo – Sandi disebut unggul di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, serta Lampung. Dengan begitu, perbedaan suara antara kedua capres menipis di kawasan perkotaan.

“Daerah perkotaan jauh lebih kompetitif [bagi Prabowo], berdasarkan capaiannya di Jakarta dan wilayah sekitarnya di Jawa Barat dan Banten, serta Sumatera bagian selatan,” menurut keterangan tertulis Roy Morgan, dikutip dari situsnya.

Hal senada juga sebelumnya disampaikan Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid. Dia menyebut tak seharusnya hasil survei dijadikan alat untuk menggiring opini masyarakat bahwa Pilpres 2019 sudah memiliki pemenang.

“Survei itu sangat tidak rasional, tidak masuk akal, kalau diartikan sebagai pemilu sudah selesai dan pemenangnya adalah Jokowi,” kata Hidayat di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin.

Hidayat melanjutkan pihaknya enggan ambil pusing dengan hasil survei tersebut. Buktinya, klaim dia, hasil survei yang dirilis beberapa lembaga riset sebelum pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 dan Pilkada serentak tahun 2018 banyak yang meleset dari perkiraan. (red/cnn). 

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai