BPSK Harus Serius Perjuangkan Konsumen

MEDAN-Walau sudah berusia 18 tahun, namun Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) belum mampu menyelesaikan beberapa kasus konsumen. Para pelaku usaha malah lebih memilih sidang di pengadilan.

“Selama ini perlindungan konsumen melalui penyelesaian sengketa konsumen di BPSK masih belum optimal dan belum merata,” ujar Dr Ali Yusran Gea SH MKn MH selaku Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Indonesia (YLBHKI) pada wartawan, Selasa (6/3/2018).

Menurut Dr Ali, umumnya BPSK mengalami kendala dana operasional dan SDM sehingga kinerjanya kurang optimal. Juga para pelaku usaha sering menolak surat panggilan BPSK. Lalu pemanggilan dengan bantuan polisi tidak dapat dilakukan BPSK karena tak tercantum dalam berbagai aturan atau keputusan Kemendag.

Konsumen yang memilih BPSK untuk menyelesaikan sengketa, namun pelaku usaha tak bersedia sehingga dibawa ke ranah perdata.

“Untuk memperjuangkan para konsumen, seharusnya BPSK bekerja lebih profesional. Jangan sekali-sekali takut dan membela para pengusaha,” pinta Dr Ali.

Para pelaku usaha yang setuju menyelesaikan sengketa konsumen di BPSK kerap tidak menyepakati cara penyelesaian yang ditawarkan BPSK, yakni konsolidasi, mediasi, dan arbitrase. Lalu para pelaku usaha juga tidak bersedia melaksanakan putusan BPSK.

Dr Ali Yusran Gea SH MKn MH juga meminta BPSK agar serius menyelesaikan kasus yang dialami Rahmatika (33), warga Jl. Purwosari Gg Kenari, Brayan Bengkel, Kec. Medan Timur.

Rahmatika kecewa dan menyesalkan sikap leasing Verena Multi Finance yang beralamat di Jl Iskandar Muda, Medan Petisah yang menarik mobil Honda Jazz BK 1504 HP miliknya karena terlambat membayar iuran pada Sabtu (20/1) siang. Padahal di hari yang sama, iuran mobil tertunggak langsung dibayarnya.

“Terlambat bayaran iuran sebulan mobil langsung ditarik para suruhan Verena Multi Finance,” ujar Rahmatika.

Sedangkan Zul selaku koordinator collector leasing Verena Multi Finance kepada kru koran ini ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, penarikan mobil dilakukan sudah sesuai prosedur

Bagikan berita ini