Dampak Penggundulan Hutan Mangrove Di Desa Sei Tuan Kian Nyata

DELI SERDANG- Dampak penggundulan hutan mangrove di Desa Sei Tuan Kecamatan Pantai Labu kian nyata. Akibat utama dari penggundulan hutan mangrove adalah abrasi pantai di beberapa Tempat. Selain itu, penggundulan hutan mangrove mengganggu keseimbangan ekosistem ikan laut.

Hasil pantauan target24jamnews.com di lapangan terdapat satu unit alat berat pengorek tanah atau beko yang leluasa menghancurkan ribuan batang pohon hutan manggrove sebagai tempat perlindungan konservasi binatang liar didalamnya.Rabu(22/3/2018)

Masyarakat setempat berharap kepada Pemerintah dan Penegak Hukum agar segera menindak beko tersebut dari lokasi. Karena binatang seperti monyetpun berlari kesana kemari akibat rumahnya di berendel si badan besi alias beko.
“Kami masyarakat setempat berharap kepada Pemerintah agar segera menindak beko yang menghancurkan Hutan Kami tempat mencari makan”ungkap salah satu warga.

Hasil investigasi wartawan dilapangan terdapat sebuah Peta Lahan Letak Calon Areal IUPHKN yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jendral Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I, tanggal 31 Agustus 2017, dengan nomor S.823/BPKH I/IS DHL/08/2017.
Akibat Berkurangnya area hutan mangrove berdampak pada tergerusnya kawasan pantai akibat terjangan ombak.Selain itu, kerusakan hutan mangrove yang menjadi habitat bagi plankton dan ikan berbagai jenis bisa mengganggu keseimbangan ekosistem. Hutan mangrove yang utuh mendukung terciptanya kondisi perairan pantai yang baik untuk pertumbuhan karang, dan kualitas air yang baik.

“Pemerintah memiliki wewenang mengeluarkan larangan yang mencegah penebangan hutan bakau atau pengambilan pasir pantai. Sayangnya, pemerintah masih mengabaikan hal-hal semacam itu dan seperti tidak peduli pada kelestarian lingkungan,” tutur salah satu masyarakat sekitar.(Char)

Bagikan berita ini