Debt Collector Akhirnya Diamankan Reskrim Polsek Medan Area

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chan

TARGET24JAMNEWS.COM || MEDAN – Unit Reskrim Medan Area mengamankan dan menangkap seorang pria pelaku penganiayaan terhadap seorang pengendara mobil yang terjadi pada tanggal 13 Februari 2018 silam di Jalan Amaliun, Medan hari kamis(13/2/2020).

Informasi dihimpun wartawan, pelaku berinisial TH (48), warga Jalan Rupat, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur ini ditangkap kepolisian medan area setelah pelaku 2 (dua) tahun yang lalu berhasil menganiaya korban diduga dengan modus sebagai debt kolektor dari salah satu perusahaan leasing.

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir SH MH melalui kanit reskrim Iptu JH panjaitan S sos .SH MH. ketika dikonfirmasi wartawan dan membenarkan bahwa anggotanya telah mengamankan dan menangkap TH pelaku dan penganiayaan tersebut. 

Kemudian dan berdasarkan laporan pengaduan dari korbanya bernama, Kiki (40), dan hasil penyelidikan, pelaku TH berhasil kita amankan dan di tangkap. 

Karena pengaduan korban dan saksi-saksi, TH telah menganiaya korban dengan modus sebagai debt kolektor hendak mengambil mobil secara paksa pada saat itu dikendarai korban,” kata kanit reskrim Iptu JH panjaitan.

Korban yang berusaha dan mempertahankan mobilnya, akhirnya dianiaya pelaku hingga mata sebelah kanannya mengalami luka parah dan cacat seumur hidup, jelas kata kanit reskrim Iptu JH panjaitan.

Kemudian Kiki korban penganiayaan dilakukan pelaku TH mengapresiasi kinerja kanit reskrim Kapolsek Medan Area  yang telah memberikan hukuman kepada pelaku atas penganiayaan yang dialaminya korban. 

Setelah dua tahun lamanya laporan dan pengaduan korban suda ditangani oleh penyidik, dan Polsek Medan Area di Kamandoi Bapak Kapolsek Faidir Chaniago SH MH, barulah sekarang ini pelakunya ditangkap,” kata Kiki korban. 

Lanjut keterangakan kirban Kiki, dua dari 10 pelaku penganiayaan terhadap dirinya sudah pernah diamankan Polsek Medan Area yang menjabat Kapolsek sebelumnya, namun kesokan harinya dilepas begitu saja tanpa alasan yang jelas.

Dikatakan korban Kiki, pada saat peristiwa penganiayaan terjadi, ia bersama strinya dan seorang anaknya yang masih kecil mengendarai mobil dan hendak pulang ke rumahnya.

Pada saat melintas di Jalan Amaliun, tiba-tiba korban dicegat oleh 10 pria yang mengendarai mobil dan 3 sepedamotor. Para pelaku langsung memukuli mobil yang dikendarainya dan memaksa korban keluar dari dalam mobil tersebut. 

Kata korban kiki para pelaku memaksanya keluar namun dirinya tetap bertahan sehingga dianiaya oleh para pelaku hingga matanya menderita luka parah dan cacat permanen.

“Akibat peristiwa itu, istri dan anakku ketakutan. Bahkan anakku trauma sampai sekarang,” kata Kiki sembari memperlihatkan surat laporan kasus penganiayaan tersebut.

Korban Kiki dan istrinya mengaku tidak mengetahui jika mobil milik abang sepupu istrinya yang dikendarainya itu masih berstatus kredit.

“Kami tidak mengetahui kalau mobil tersebut masih dalam status kredit karena waktu ditanya soal buku hitamnya (BPKB), abang sepupu selalu berjanji akan memberikannya kepada kami hingga terjadilah perampasan mobil,” kata korban Kiki kepada wartawan. (Hasi) 

Bagikan berita ini