dilihat 98 kali

DEMI KIBARKAN MERAH PUTIH, SISWA SMP INI PANJAT TIANG BENDERA

TARGET24JAMNEWS.COM  |  JAKARTA —  Johannes Adekalla (Joni) menjadi pahlawan dalam pengibaran bendera merah putih di Kecamatan Silawan, Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Siswa kelas VII SMPN 1 Silawan itu memanjat tiang bendera saat upacara berlangsung. Hal itu dilakukannya demi memperbaiki pengait bendera yang bermasalah.

Salah seorang peserta yang mengikuti jalannya upacara, Saud Ringo, menyebut aksi Joni terbilang nekad. Seluruh peserta upacara kala itu, kata dia, sangat was-was atas keselamatan Joni yang sangat mungkin terjatuh dari ketinggian 17 meter.
Joni bocah pemanjat tiang bendera
Joni bocah pemanjat tiang bendera (Foto: Dok, Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (SESDILU)
“Aduh jangan sampai dia jatuh, kalau jatuh bisa patah, tidak baik sekali,” kata Saud saat dihubungi waratwan, Jumat (17/8).
Saud merupakan seorang peserta yang tengah mengikuti Diklat Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (SESDILU). Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengirimnya ke wilayah perbatasan itu untuk mengajar. Kebetulan pula dia diundang oleh Pemkab setempat untuk mengikuti jalannya upacara tersebut.
Menurut Saud, cerita heroik yang dilakukan Joni bermula saat upacara dimulai sekitar pukul 09.00 WITA. Saat itu tak pernah ada yang menyangka bahwa akan ada kendala dalam pengibaran bendera tersebut. Gladi bersih pun, kata dia, sudah dilakukan sebelumnya.
Kendati demikian, masalah mulai muncul saat tim PASKIBRA mulai mengikat bendera merah putih itu di tali yang sudah disediakan. Entah mengapa saat berusaha ditarik rupanya ada masalah.
“Nah begitu habis diikat benderanya sama yang pengibar bendera. Dibentangkan kan itu, baik-baik saja. Ketika ditarik mau pertama kali itu putus. Jadi tali pengaitnya itu putus dan nyangkut di paling atas,” jelas Saud.
Saat insiden itu terjadi, tim pengibar bendera tampak kebingungan. Saud menjelaskan, susana kala itu sangat menegangkan hingga kemudian Wakil Bupati Belu J. T. Ose Luan meminta agar ada orang yang dapat menyelesaikan masalah itu.
“Nah kami tidak begitu paham dia (Joni) mengajukan diri atau ditanya. Yang pasti kawan ini (Joni) langsung buka sepatu dan lari ke tengah. Langsung manjat dia,” terang dia.
Saat Joni berlari ke tengah lapangan, tak ada satu pun yang mencegah anak tersebut. Semua orang, kata dia, hanya terpaku pada aksi cepat Joni yang dengan cekatan memanjat tiang tersebut. Anak itu pun dengan cekatan memperbaiki pengait yang nyangkut di ujung tiang.
“Ternyata dia kuat sampai atas. Sampai atas dia pegang. Itu dia gigit talinya dia turun ke bawah. Sampai di bawah itu semua kita nangis terharu,” tuturnya. (KUMPARAN/RED).
Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai