DIDUGA KORBAN TRAFFICKING, IMIRASI AMANKAN 10 WNA

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Sebanyak 10 Warga Negara Asing (WNA) diamankan oleh Kantor Imigrasi Belawan dari kawasan Lahan Garapan, Satria Delapan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kamis (24/1) lalu. Diduga, para WNa tersebut menjadi korban perdagangan manusia (Human Trafficking).

Mereka yang berhasil diamankan diantaranya, 5 WN Myanmar dan 5 WN Rohingya. Seluruhnya memegang kartu identitas dari PBB untuk pengungsi (UNHCR).

Pihak Imigrasi saat ini masih melakukan penyelidikan atas temuan WNA yang berasal dari Langsa, Aceh. Kita belum bisa pastikan apakah mereka kabur dari Imigrasi atau Dinas Sosial,”ucap Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi (Wasdakim) Kelas 2 Belawan, Muhammad Rio, Senin (28/1) malam.

Para WNA ini, diamankan setelah Imigrasi Belawan mendapat informasi soal orang asing dari warga sekitar. Para WNA itu, tinggal di salah satu rumah milik warga.

“Kita langsung kesana dan terbukti. Namun waktu kita kesana, warga yang menampung mereka tidak berada di tempat,” ujarnya.

Para WNA mengaku mereka sudah tinggal dirumah itu sejak 22 Januari 2019 lalu. Kini, mereka sudah ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Belawan.

Di sana, baru terungkap jika para WNA dijanjikan akan diberangkatkan ke Malaysia. Mereka juga dibawa ke Sumut oleh orang tersebut. “Orang yang mengiming-imingi mereka tidak kita temui waktu WNA itu kita amankan. Ya orang Sumut,”sebut Rio.

Lebih lanjut ia menyatakan, untuk menangani 10 WNA ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak UNHCR. Kasus serupa, juga pernah terjadi di Sumut. 30 WN Bangladesh ditangkap saat ingin berangkat ke Malaysia lewat jalur laut. Hingga kini juga belum diketahui, siapa orang yang mengiming-imingi para WNA akan bekerja di Malaysia. (RED/ARIEL). 

Bagikan berita ini