Diduga Meninggal Karena Sakit Kanker Otak, Dimakamkan Secara Covid 19

Foto Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto selaku Kepala Operasi Terpusat Kontijensi Aman Nusa II Penanganan Covid-19.

TARGET24JAMNEWS.COM || MEDAN – R.Simanjuntak (50) warga Medan Selayang meninggal dunia di Rumah Sakit Murni Teguh Jalan Irian Medan, dimakamkan secara protokoler Covid 19 oleh pihak Rumah Sakit Murni Teguh, Minggu (31/05/2020) .

Awalnya pasien masuk Rumah Sakit Murni Teguh karena sakit kanker otak dan dirawat secara intensif oleh Dokter RS.Murni Teguh selama 1 hari.Namun, setelah dirawat beberapa hari, Pasien meninggal dunia dan dimakamkan secara protokoler covid. R.Simanjuntak dimakamkan secara Covid 19 walaupun dari hasil diagnosa dokter PDP.

Sementara itu, Ketika dikonfirmasi media, Sabtu (06/06/2020), Dr.Herman Selaku perwakilan rumah sakit umum Murni Teguh mengatakan hanya melaksanakan tupoksinya dan sudah melaporkan ke Gugus Tugas,dan menjalankan sesuai tupoksi .

Hendra Gugus Tugas Medan Tuntungan ketika dikonfirmasi media mengatakan sudah melaksanakan pemakaman dengan secara Protokol.

“Kami menjalankan Fungsi Koordinasi dengan RS untuk Pelaksanaan Protokol Pemakaman Bang,” terangnya.

Sementara itu Kabaharkam Polri menandatangin Telegram yang tertuang bernomor ST/1618/VI/Ops.2/2020 tanggal 5 Juni 2020, yang ditandatangani oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto selaku Kepala Operasi Terpusat Kontijensi Aman Nusa II Penanganan Covid-19.

Komjen Pol Agus mengatakan, Surat Telegram Kapolri Jenderal Idham Azis tersebut ditujukan kepada para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda, dan Kaopsres Opspus Aman Nusa II 2020 untuk berkoordinasi, bekerja sama, dan mendorong pihak rumah sakit rujukan Covid-19 untuk segera melaksanakan tes swab terhadap pasien yang dirujuk.

Dalam hal ini Kapolri mengeluarkan Surat Telegram tersebut tertuang bernomor ST/1618/VI/Ops.2/2020 tanggal 5 Juni 2020, yang ditandatangani oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto selaku Kepala Operasi Terpusat Kontijensi Aman Nusa II Penanganan Covid-19.

Komjen Pol Agus mengatakan, Surat Telegram Kapolri Jenderal Idham Azis tersebut ditujukan kepada para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda, dan Kaopsres Opspus Aman Nusa II 2020 untuk berkoordinasi, bekerja sama, dan mendorong pihak rumah sakit rujukan Covid-19 untuk segera melaksanakan tes swab terhadap pasien yang dirujuk.

“Terutama pasien yang sudah menunjukkan gejala, memiliki riwayat penyakit kronis atau dalam keadaan kritis,” kata Komjen Pol  Agus Andrianto.

Sementara itu, dalam Surat Telegram itu juga memerintahkan para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda atau Kapolda, dan Kaopsres untuk berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak rumah sakit rujukan Covid-19 agar dapat secara akurat memastikan penyebab kematian pasien.

“Jika jenazah yang dimaksud telah dipastikan Positif Covid-19, maka proses pemakamannya harus dilakukan sesuai prosedur Covid 19. Namun jika jenazah terbukti negatif Covid-19, proses pemakamannya dapat dilakukan sesuai dengan syariat atau ketentuan agama masing-masing,” ucap Komjen Pol Agus.(Rafli)

Bagikan berita ini