Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemprovsu Belum Bebas dari Praktek Calo dan Pungli

TARGET24JAMNEWS.COM || MEDAN – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu (PTSP) Pemprovsu ternyata belum steril atau bebas dari praktek percaloan dan pungutan liar alias pungli.

Hal ini diakui oleh Kadis Penanaman Modal dan PTSP Sumut melalui Rinto, Kabag Umum, kepada Target24JAM di kantornya, Selasa (03/9/19).

” Saya akui untuk mensterilkan kantor ini dari praktek calo dan pungli butuh waktu. Tapi yang pasti bapak kadis berkomitmen memeranginya. Jadi diharapkan kerjasamanya dari teman teman media,” kata Rinto.

Pantau Target24 Jam, Jumat (30/8/19), sejumlah oknum tampak keluar masuk kantor PTSP yang berada di kawasan Jln. Wahid Hasyim Medan atau persisnya di depan Mako Brimob Poldasu.” Itu beberapa calonya, bang..,” ungkap sumber Target 24 Jam yang minta nama atau inisial tidak ditulis.

Menurutnya, praktek percaloan dan pungli di kantor PTSP Provsu sempat terhenti pasca kasus OTT oleh aparat Poldasu terhadap oknum PTSP.” Sekarang tampaknya kembali lagi,” ujarnya.

Masih menurut sumber yang layak dipercaya ini, aparat penegak hukum sudah saatnya lagi untuk turun tangan agar praktek percaloan dan pungli tidak berlanjut dan berkembang di kantor PTSP ini.

Sementara itu, salah seorang kepala SMA swasta di Medan mengaku harus mengeluarkan uang sebesar Rp 2,5 juta untuk perpanjangab ijin unit sekolahnya. ” Capnya aja yang gratis. Kenyataannya saya membayar juga Rp 2,5 juta,” ungkap si kepala SMA swasta di Medan yang minta nama atau pyn inisialnya tidak dituliskan dalam pemberitaan.

Ditambahkannya, praktek calo dan pungli di dinas penanaman modal dan PTSP Provsu ini sangat mengganggu tekat dari Gubernur Edy Rahmayadi menjadikan Sumut yang bermartabat.” Gara gara praktek calo dan pungli di dinas penanaman modal dan PTSP provsu bukannya Sumut bermartabat tapi Sumut bermartabak,” cetusnya mencibir sembari meminta Target24 JAM menghitung jumlah SMA se provinsi Sumatera Utara dengan dikalikan Rp 2,5 juta.(wn)

Bagikan berita ini