Dua Orang Saksi Akui Terima Uang Dari Tansri Chandra

TARGET24JAMNEWS.COM || MEDAN – Pengakuan dua orang saksi,atas nama  James Tantono dan atas nama Anwar Sutanto bahwa benar ada menerima uang dari Tansri Chandra, telah cukup menjadi bukti adanya transaksi.

Sementara soal pengakuan keduanya ada menyetor sejumlah uang ke Yayasan Tunas Andalan Nusa (TAN), sampai saat ini belum bisa dibuktikan.

Hal tersebut disampaikan Dr Taufik Siregar SH MHum kepada wartawan, usai sidang lanjutan perkara dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Tansri Chandra sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (29/01/2020).

Dr Taufik Siregar selaku penasehat hukum bagi Tansri Chandra mengungkapkan, kedua saksi jelas di persidangan mengakui ada menerima uang dari kliennya. Uang sebesar Rp600 juta kepada Anwar Sutanto dan Rp300 juta untuk James Tantono.

Uang yang diberikan itu jelas bukan uang yayasan tetapi uang pribadi milik klien saya. Dan uang itu diberikan klien saya sebagai pinjaman.

Namun saat ditagih, mereka katakan uang itu adalah pengganti dan kompensasi atas pengunduran diri mereka dari yayasan, inikan aneh,” ungkap Taufik.

Lanjut Taufik, bahkan kliennya memberikan pinjaman itu tanpa kwitansi, karena menganggap mereka lebih dari sahabat, sudah seperti saudara.

Anehnya, setiap ditagih oleh Tansri, mereka tak mau membayarnya dikarenakan menganggap uang tersebut sebagai pengganti dan kompensasi.

Dimana logikanya kalau uang itu sebagai pengganti uang yang pernah mereka pinjamkan ke yayasan.

Karena jumlahnya saja jauh dibawah itu dan dijadikan uang kelebihannya sebagai kompensasi pengunduran diri darimana?, itukan versi mereka sendiri,” ujar Taufik.

Dijelaskan Taufik, pernyataan mereka para penerima uang dari kliennya tersebutlah yang membuat semuanya ini terjadi.

Pernyataan mereka itu, membuat Tansri Chandra kesal sehingga kekesalannya dituangkan di Grup WA Lautan Mulia.

Sudah sangat jelas sebenarnya pada AD/ART yayasan tidak dibenarkan adanya pinjam meminjam. Maka dari itu jelas pula uang pinjaman yang diberikan klien saya gak ada hubungannya sama yayasan,” tegas Taufik.

Atas dasar itu, menurut Taufik, kliennya bahkan pada Bulan Juli 2019 telah melaporkan  para penerima uang tersebut ke Polda Sumut atas dugaan tindak pidana penipuan dan membuat keterangan palsu dalam akta.

Dimana kasusnya saat ini sudah memasuki tahap penyidikan dan sebentar lagi akan dilakukan penetapan tersangka dalam perkara tersebut.(Hasi)

 

Bagikan berita ini