DUA ULAMA DITAHAN POLDASU TERKAIT DUGAAN MAKAR

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Penyidik Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara secara resmi telah menahan 2 pentolan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumut dalam kasus dugaan tindak pidana makar, Selasa (28/5/2019).

Kedua orang yang ditahan adalah Wakil Ketua Ustadz Rafdinal dan Sekretaris Zulkarnain. Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menjelaskan, penetapan status tersangka terhadap keduanya dilakukan setelah rangkaian proses penyelidikan. Keduanya dijerat pasal 107 KUHPidana tentang Perbuatan Makar.

“Jadi semalam 27/5 keduanya dijemput pihak kepolisian dan setelah beberapa jam diperiksa untuk diminta keterangan, kita lakukan penahanan,” kata Nainggolan di Mapolda Sumut, Selasa (28/5/2019). Nainggolan menegaskan, pihak kepolisian tidak akan berani melakukan penahanan jika tidak ada bukti yang cukup.

“Tidak sembarangan melakukan penahanan, semua ada prosedurnya,” kata dia. Keduanya diduga melakukan aksi orasi yang dapat membahayakan keamanan dan stabilitas negara pada Senin (04/5/2019) di Jalan Brigjen Katamso-Jalan MT Haryono dan Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan. Penangkapan terhadap kedua tersangka, menurut Nainggolan, bukan merupakan bentuk kriminalisasi ulama.

“Dalam rangka pencegahan didasarkan pada berbagai aktifitas dan kegiatan yang sudah terjadi. Hal ini merupakan bagian dari tugas dalam melaksanakan penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku,” katanya. Sekedar informasi, selain Ustadz Rafdinal dan Zulkarnain, Kepolisian Daerah Sumatera Utara sebelumnya telah melayangkan beberapa panggilan kepada sejumlah orang antara lain, Ustadz Heriansyah, Ustadz Indra Suheri, Rabualam, Angga Fahmi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Renaldi pengurus ACT terkait Dugaan Kasus Makar.

Selain itu, dua nama anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi juga ada dalam daftar tersebut, yaitu Dahnil Anzar Simanjutak, Gus Irawan Pasaribu. (red/m24).

Bagikan berita ini