Ganja 11,883 Kilogram Lolos Dari Bandara Kualanamo Diamankan Petugas Di Bandara Juanda Surabaya

SURABAYA-Satresnarkoba Polrestabes Sidoarjo meringkus Rizky Pratama Putra alias Kiko warga Manukan Rejo, Surabaya. Rizky ditangkap setelah mengambil paket ganja seberat 11.833 kilogram di Kantor Pos kawasan Tandes yang terletak di Jalan Wibis Manukan Surabaya.

Ganja tersebut dikemas rapi dalam satu kardus, untuk mengelabui dan agar tidak ada yang curiga di atasnya sengaja ada tumpukan 38 buah sapu lantai.

Sebelum berada di Kantor Pos Tandes, ganja tersebut dikirim melalui jasa pengiriman kantor pos dengan penerbangan Lion Air JT 0978 dari Bandara Internasional Kualanamu,Medan ke Bandara Internasional Juanda dengan nama Winarto, warga Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang.

“Pengungkapan kasus ini hasil dari pengembangan penangkapan ganja seberat 8,5 kilogram pada 27 Maret 2018 lalu. Setelah kami dapat Informasi, akhirnya petugas Satresnarkoba melakukan pengintaian hingga pelaku tertangkap di Surabaya dengan barang bukti 14 bata daun ganja,” kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji saat gelar perkara di Mapolresta Sidoarjo, Kamis (19/4/2018).

“Sebelumnya kami berkordinasi dengan Polda Sumut dalam mengungkap pengiriman paket ganja tersebut,” ujarnya.

Himawan memaparkan, tersangka Rizky terpaksa ditembak kaki kirinya oleh petugas karena sempat melawan dan akan melarikan diri saat akan ditangkap anggota Satresnarkoba Polresta Sidoarjo.

“Yang bersangkutan sudah dipantau dan menjadi buruan anggota kami selama 4 hari. Tersangka R ini merupakan jaringan pengedar narkoba antar pulau,” paparnya.

Himawan mengungkapkan jika modus dalam kasus peredaran ganja ini adalah barang dikirim dari Deli Serdang, Sumatera Utara menuju ke Surabaya yang dikirim lewat kiriman melalui Kantor Pos Juanda. Karena alamat penerima di Surabaya, maka pengiriman dilakukan dengan cara Control Delivery ke Kantor Pos Tandes Surabaya.

“Dari pantauan sejak dari Juanda itulah kami lakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka R di Surabaya,” ungkap Kapolresta

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo, Kompol Sugeng Purwanto menjelaskan, jika barang (ganja) yang diterima Rizky rencana akan dikirim kembali ke pulau Bali.

Pengakuan tersangka Rizky dia mendapatkan upah Rp 500  ribu setiap satu bungkus. Dari 14 paket ganja itu tersangka akan diberi imbalan uang sebesar Rp 7 juta.

“Menurut pengakuan tersangka Rizky, dia sudah dua kali menjalankan bisnis ini dengan model packing dan maskapai yang sama. Anehnya barang (narkoba) ini kok bisa lolos, padahal barang haram itu melalui jasa penerbangan yang dikenal ketat keamananya,” kata Sugeng.(Red)

 

 

 

Bagikan berita ini