Gempa di Manado, Sulawesi Utara, tak ada potensi tsunami

TARGET24JAMNEWS.COM  |  JAKARTA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadinya gempa bumi di Sulawesi Utara berkekuatan 5,6 SR, namun tak berpotensi tsunami.

Peristiwa gempa di Sulut kali ini terjadi pada pukul 12:34 waktu setempat (11:34 WIB), Sabtu (13/10), 38 km tenggara Bitung, pada kedalaman 97 Km.

“Guncangannya terjadi beberapa lama, orang-orang panik, dan lari ke luar,” kata Eva Aruperes, seorang wartawan di Manado, seperti dilansir dari halaman bbc news.

Menurut BMKG dalam info berkelanjutan di akun Twitter mereka, guncangan dirasakan di beberapa wilayah di Bitung, Tondano, Airmadidi, dan Manado.

Belum jelas apakah ada kerusakan dan korban.

“Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dengan kedalaman menengah akibat aktivitas zona subduksi lempeng Sangihe Timur menunjam ke arah Tenggara lempeng Laut Maluku,” kata Kepala Stasiun Geofisika Manado Irwan Slamet, kepada Eva Aruperes yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

Hingga pukul 13.10 Wita (12;10 WIB), hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kota Manado, Bitung, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya,” katanya.

Di Kabupaten Minahasa, guncangan terasa kuat, kata Eva Aruperes yang sedang berada di rumah saudaranya, di sana.

“Terjadi kepanikan, karena rumah berguncang-guncang. Tapi rumahnya rumah kayu, jadi walaupun panik, agak tenang juga,” katanya pula.

Di Minahasa Selatan, sebagian warga bahkan tak merasakan adanya guncangan. Marma Lintjewas, mengaku tidak tahu kalau terjadi gempa.”O, ada gempa? Soalnya getarannya tidak terasa,” katanya.

Betapa pun, media sosial di Sulawesi Utara ramai dengan percakapan mengenai halini.

Ini merupakan gempa terbaru sesudah gempa yang disusul tsunami yang menghantam Sulawesi Tengah, khususnya Palu dan Donggala, dua pekan lalu (28/9), yang menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Sebelumnya, pada Kamis (11/10) juga terjadi gempa di Situbondo dan Sumenep yang menewaskan tiga orang.

Berita ini masih akan diperbaharui. (RED/BBC). 

Bagikan berita ini