dilihat 88 kali

GENERASI MUDA DIMINTA MEMAHAMI PENGUATAN BHINEKA TUNGGAL IKA

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Wali Kota Medan Drs. H.T Dzulmi Eldin S, MSi diwakili Plt Kepala Kesbangpol Kota Medan, Sulaiman Harahap, SH membuka pertemuan Penguatan Bhinneka Tunggal Ika di Hotel Inna Dharma Deli, Selasa (02/10). Pertemuan yang diikuti Pelajar ini diharapkan dapat memberi pemahaman Penguatan Bhinneka Tunggal Ika kepada mereka sebagai generasi muda. Pertemuan ini berlangsung selama 5 (lima) hari dan diikuti 1000 peserta yang dibagi menjadi 5 gelombang, dimana per gelombang diikuti 200 peserta. Peserta terdiri dari Siswa SMA dan Mahasiswa. Selain itu pertemuan ini juga menghadirkan narasumber yang berasal dari Kodim 0201/BS, Akademisi Fisip USU, LRPPN dan FKUB.

Dalam membacakan sambutan Wali Kota Medan, Plt Kesbangpol mengatakan, sejak awal berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia, para pendiri negara menyadari bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk karena terdiri atas berbagai suku, adat istiadat, budaya, bahasa daerah, serta agama yang berbeda-beda. Dengan keanekaragaman tersebut mengharuskan setiap langkah dan kebijakan negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara diarahkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.

“Demi menyatukan banyaknya perbedaan, maka dipakailah semboyan Bhineka Tunggal Ika yang diambil dari Buku Sutasoma, maka secara mendalam Bhineka Tunggal Ika memiliki makna walaupun di Indonesia terdapat banyak suku, agama, ras, kesenian, adat dan bahasa, namun tetap satu kesatuan yang sebangsa dan setanah air,” kata Sulaiman.

Menurut Sulaiman, Semboyan Bhineka Tunggal Ika dapat dijadikan sebagai dasar guna melaksanakan perwujudan terhadap kesatuan dan kerukunan bangsa Indonesia. Maka untuk itu, Sulaiman berpendapat, sudah selayaknya Bhineka Tunggal Ika diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan cara menjalani kehidupan dengan saling menghormati dan menghargai setiap individu.

“Keanekaragaman tersebut bukanlah merupakan perbedaan yang bertentangan namun justru keanekaragaman itu bersatu dalam satu sintesa yang pada gilirannya justru memperkaya sifat dan makna persatuan bangsa dan negara Indonesia”, jelasnya.

Selanjutnya Sulaiman menjelaskan Semboyan Bhineka Tunggal Ika harus terus disebarluaskan sehingga menjadi perekat dari keanekaragaman yang bangsa Indonesia miliki. Jangan pernah memandang perbedaan suku dan agama, sebab setiap individu pasti memiliki perbedaan, maka dari itu tanamkanlah semboyan Bhineka Tunggal Ika dalam hati kita semua.

“Melalui pertemuan ini diharapkan para peserta dapat memahami dan lebih menguatkan makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan berfikir multikultural dan dapat saling menghargai segala perbedaan yang kita miliki”, harap Sulaiman. (RED/HUM). 

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai