Hanura Sumut: Money Politik Dan Bagi Bagi Sembako Harus Kita Lawan Bersama

MEDAN-Partai Hanura Sumut mengajak masyarakat untuk memilih putra daerah Sumut pada Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 27 Juni mendatang.

Money politik dan bagi bagi sembako harus kita lawan demi terciptanya Sumut yang bersih. Hal itu dikatakan Edison Sianturi Sekretaris Hanura Sumut.

Menurut Edison, ada dua hal yang harus kita cermati bersama di Pilgubsu tahun ini.  Pertama soal motif para pasangan calon (Paslon) di Pilgubsu, dan kedua soal adanya potensi praktek praktek yang tidak mendidik masyarakat seperti money politik dan bagi bagi sembako.

Kedua hal tersebut akan turut mempengaruhi masa depan Sumut. Jika saat ini masyarakat Sumut hanya dihadapkan pada dua pilihan paslon, maka mari kita runut apa motif kedua calon tersebut.

“Memimpin Sumut ini tidak bisa ujuk ujuk datang lalu ingin jadi Gubernur, sebab persoalan Sumut saat ini begitu kompleks dan yang mengetahui persis persoalan itu semua tentulah masyarakat Sumut itu sendiri,” tandasnya.Senin(9/4/2018)

Menurut Edison, secara psikologis tentu putra daerah lebih memiliki hubungan emosional dengan masyarakat Sumut, dan hal itu akan menjadi beban moral dan tanggung jawab untuk membangun Sumut kedepan.

Janganlah ada pemimpin yang raganya saja di Sumut, tapi hati dan perhatiannya ada di tempat lain, sehingga tidak serius menjadi pemimpin.

“Terlebih jika orientasinya menjadi Gubernur hanya sebagai batu loncatan demi hasrat politik. Tentukan kita tidak mau, sebab rakyat yang akan menjadi korban,” tandasnya.

Belum hilang dari ingatan kita bagaimana Gubernur sebelumnya yang bukan putra Sumut, nyata tidak punya niat untuk membangun Sumut kecuali mengambil manfaat sebesar besarnya untuk dirinya sendiri yang akhirnya kandas di balik jeruji. Kita berharap hal ini jangan terulang kembali.

Edison juga mengaku prihatin atas viralnya foto bagi bagi beras yang bertuliskan jargon paslon tertentu. Katanya, praktek tersebut sangat tidak mendidik dan akan merusak nilai nilai demokrasi kita.

Masyarakat janganlah dipengaruhi dengan beras dan jangan harga diri mereka di ukur dengan beras, hal ini sangat menyedihkan.

“Baru lagi masuk masa kampanye, tapi dilapangan sudah banyak beredar hal seperti itu. Bagaimana pula nanti saat hari H pencoblosan,” tandasnya.

Edison mengajak masyarakat untuk menolak hal itu jika terjadi dilapangan, sebab yang rugi nantinya masyarakat. “Bagi bagi sembako dan money politik adalah akar sumber terjadi pemerintahan yang korup.

Jika praktek seperti ini kita biarkan , maka pemimpin yang melakukan hal itu pastilah akan korupsi, karena mereka sudah mengeluarkan modal begitu besar untuk membagi bagikan sembako saat kampanye.

Edison juga mengingatkan agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serius mengawasi praktek praktek yang tidak mendidik tersebut, agar Pilgubsu berjalan dengan aman, damai dan melahirkan pemimpin yang bersih.(Hry)

Bagikan berita ini