Hati-hati Penipuan Berkedok Beasiswa Terjadi di SMKN 14 Medan

Lingkungan Sekolah SMKN 14 Medan

TARGET24JAMNEWS.COM || MEDAN – Penipuan berkedok beasiswa bagi siswa yang berprestasi terjadi di  Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN 14) di Medan, Sumatera Utara.Uang jutaan rupiah dari para orang tua maupun wali siswa pun raib dikuras oleh pelaku.

Hal ini diketahui oleh pihak sekolah,ketika beberapa orangtua siswa SMKN 14 melaporkan kejadian penipuan yang menimpa mereka ke pihak sekolah. Dimana pada saat itu korban dijanjikan akan mendapatkan beasiswa atas prestasi yang diperoleh oleh anaknya, tetapi justru kehilangan sejumlah uang dari ATM setelah menuruti permintaan pelaku.

Waka Kesiswaan SMKN 14 Medan, Edi yang juga dikonfirmasi oleh pihak media juga menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah menjanjikan beasiswa dalam bentuk apapun kepada siswanya.”Kami sendiri tidak mengetahui dengan jelas darimana pelaku dapat mengetahui data lengkap siswa berprestasi, nama orangtua, berikut nomor kontak orangtua maupun walinya. Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi kami semua.” Ungkap Edi.Senin (11/05/2020)

Edi juga menjelaskan bahwa kejadian ini baru pertama sekali terjadi disekolah ini, dan kesempatan yang mengharuskan siswa belajar dirumah karena situasi Covid 19 dipergunakan oleh si pelaku untuk membuat lengah para orangtua maupun wali siswa sehingga  masuk kedalam perangkap si pelaku.

“Mungkin untuk saat ini kami telah melakukan langkah pengamanan dengan memberikan arahan kepada setiap wali kelas agar memberikan arahan kepada semua siswa/i melalui seluler maupun media sosial agar hal tersebut tidak sampai terulang kembali dan orangtua maupun wali siswa dapat lebih berhati-hati” Ujar Edi.

Kejadian ini bermula ketika pelaku mulai menghubungi orangtua maupun wali siswa melalu seluler dan mengaku dari pihak sekolah serta akan memberikan beasiswa terhadap muridnya yang telah meraih prestasi.

Penipu mulai menjalankan aksinya dengan meyakinkan para korban dengan mengaku sebagai salah seorang guru yang merangkap sebagai Bendahara sekolah yang berinisial H, selanjutnya guru tersebut langsung memberikan nomor dan mengarahkan orangtua maupun wali siswa untuk menghubungi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Keyakinan orangtua maupun wali siswa pada saat itu bertambah karena pada saat berkomunikasi pelaku dapat dengan jelas menyebutkan nama orangtua ataupun wali siswa yang dihubunginya pada saat itu serta kebenaran nama guru yang berhasil disebutkan.

Selanjutnya, korban yang telah berhasil dipengaruhi pada saat itu diminta untuk memberikan no rekening agar bantuan tersebut dapat segera disalurkan, kemudian korban yang telah berhasil dipengaruhi dipandu dan dituntun agar segera menuju ke ATM untuk dapat mengecek bantuan yang telah mereka salurkan. Kemudian korban yang sudah dalam pengaruh si pelaku, yang pada awalnya bertujuan untuk mengecek bantuan tersebut,  justru malah mentransfer sejumlah uang ke rekening pelaku.

“Awalnya orangtua mendapatkan telepon dari pihak sekolah yang menyatakan bahwa anaknya mendapatkan beasiswa atas prestasinya melalui transfer langsung yang akan dikirimkan ke rekening orangtua. Selanjutnya orangtua diminta memberikan nomor rekening pribadi, dengan dalil karena situasi covid 19 bantuan tersebut hanya disalurkan langsung ke rekening dan orangtua tidak usah ke sekolah lagi. Selanjutnya setelah orangtua maupun wali siswa telah masuk dalam pengaruh si pelaku, si korban langsung dituntun ke ATM untuk mengecek beasiswa tersebut, dan dengan arahan si pelaku yang tadinya orangtua hanya berniat melakukan pengecekan tanpa sadar telah melakukan transfer ke rekening pelaku.” Tutur salah seorang wali kelas SMKN 14.

Bagikan berita ini