Pemerintah Pusat Diminta Tanggap Dengan Rusaknya Hutan Lindung Yang Diduga Melibatkan Kepala Desa Gunung Manumpak B.

Foto : Alat Berat yang Diduga Digunakan Untuk Menghancurkan Hutan.

TARGET24JAMNEWS.COM ||DELI SERDANG – Kepala Desa Manumpak B Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang tampak menjadikan Hutan Lindung sebagai pemasukan dana segar.

Sumber informasi dari Sipayung Lsm Topan-RI DPD Deli Serdang CS, mengatakan, pengerusakan Hutan Lindung diduga permainan Kepala Desa Manumpak B Jonmedi Saragih dengan PT.AM.” Kalau kegiatan yang diduga ilegal itu benar sedang berjalan,kami dari Topan RI tidak akan diam.Terdapat alat berat Beko Merek Hitachi, 1 alat berat Buldoser, 1 Dump Truk plat BK 8455 ME sedang bekerja meratakan hutan dengan cepat ingin membuat jalan yang diduga ingin mengambil kayu, batu dan pasir untuk diproduksi di PT. AM. Kami segera melaporkan masalah ini ke Polresta Deli Serdang,” ujar Sipayung.

Lanjutnya, Kepala Desa Gunung Manumpak B Jonmedi Saragih diduga terlibat dengan mengambil keuntungan sendiri dengan menjual hasil kekayaan bumi Indonesia kepada PT.AM.” Pengerusakan yang sudah terjadi bertahun-tahun membuat Hutan Lindung jadi gundul dan bebatuan di sungai Lau Cingkam habis hingga diduga merugikan negara milyaran rupiah. Sungai Lau Singkam dan Kerusakan hutan lindung tersebut diperkirakan sampai 10 hektar. Padahal dapat dijadikan tempat Wisata di Desa Gunung Manumpak B, ” kata sipayung. Senin (29/6/2020).

Menurut keterangan warga yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan, Dusun I Desa Gunung Manumpak B Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang telah hancur karena dilakukan pengorekan batu di sungai Lau Cingkam.”Akibat pengerusakan hutan Lindung tersebut telah merugikan negara milyaran rupiah karena sudah beroperasi selama 3 tahun lebih,”ujar warga tersebut.

Kepala Desa Gunung Manumpak B Jonmedi Saragih ketika di konfirmasi awak media ini lewat telepon seluler membenarkan hal tersebut. “Benar ada kegiatan yang dilakukan PT. Adiguna Makmur. Masyarakatpun tidak ada yang ribut, karena sudah diberikan subsidi 10 juta perbulan. Silahkan tanya pihak perusahaan dengan Cetak Barus. Masalah ijin mereka ada dari Propinsi dan sudah beroperasi lama,”ucap Jonmedi.

Camat STM Hulu Budiman Sembiring diduga buang badan terkait hal tersebut.”Saya baru menjabat jadi Camat STM Hulu, masalah itu sudah berlangsung bertahun – tahun. Saya tidak tau ijin dari mana,”ujarnya.

Seharusnya sebagai seorang Camat meskipun dia baru menjabat ataupun lama menjabat sudah bisa mengetahui dan memahami apa yang terjadi di wilayah kecamatan yang dia pimpin.

Ditempat yang berbeda, awak media ini datang mengkonfirmasi pihak PT.AM. Seorang pengawai bermarga Barus yang saat itu sedang berada di pos penjagaan menyangkal hal apa yang sedang terjadi di lingkungan tersebut.”Kalau pihak Perusahaan PT.AM tidak ada melakukan kegiatan di Hutan Lindung tersebut,”ujar Barusl Jumat (26/6/2020).

Namun ketika ditunjukkan Vidio alat berat berupa 2 Beko (Eksavator), 1 Buldoser dan 1 Unit Dump Truk. Dengan spontan pengawai tersebut membenarkan bahwa semua alat berat itu milik Perusahaannya.(Charles)

Bagikan berita ini