dilihat 150 kali

INI DIA SOSOK OKNUM ANGGOTA DPRD LANGKAT YANG DIDUGA MENIPU

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Sosok oknum anggota DPRD Kabupaten Langkat yang dituding melakukan penipuan dengan modus bisa meloloskan masuk menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) adalah Raja Kamsah Sitepu. Raja Kamsah Sitepu diketahui menjadi anggota DPRD Kabupaten Langkat berasal dari Partai Golongan Karya (Golkar). Raja menjadi wakil rakyat sejak tahun 2014 hingga 2019.

Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan SIK, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa oknum anggota DPRD tersebut benar diadukan oleh masyarakat.

“Benar ada pengaduannya bang dalam bentuk Dumas atau Pengaduan Masyarakat. Segera kita atensi dan tindak lanjuti,” jelas Kapolres saat dihubungi, Sabtu (5/1).

Senada dengan komentar penyidik kasus Polrestabes Medan Brigadir Andri, mengatakan bahwa kasus tersebut masih tetap ditangani pihaknya.

“Kita masih tetap tangani kasusnya bang, dan SP2HP juga telah kita keluarkan,” jelas Andri singkat saat dihubungi.

Seperti diketahui, seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara, berinisial RKS diadukan warga terkait dugaan penipuan. Menurut korban Roslani Paulina, penipuan yang dilakukan oknum wakil  rakyat itu dengan modus bisa meloloskan dirinya menjadi PNS pada tahun 2014. 

“Dulu dia ingin msukkan cpns tahun 2014 dengan alasan bisa meloloskn cpns di Tanah Karo bang. Tapi alhasil tidak bisa, dia cuma berjanji mulangkan uang itu bang,” kata Roslani kepada www.target24jamnews.com, Sabtu (5/1).

Menurut Roslani, oknum wakil rakyat asal Partai Golongan Karya itu melakukan praktik penipuan dengan modus bisa meloloskan masuk menjadi Pegawai Negeri Sipil bukan kepada satu orang saja. 

Keterangan foto tidak tersedia.

“Korban ada 11 orang yang melaporkan bang. 5 orang tiap korban rugi sekitar 200 jita rupiah keatas bang. Setelah ditunggu itikad baiknya, pelaku pernah transfer 40 juta saja bang dalam bentuk rekening koran. Dan rekening korannya sudah disita penyidik bang,” jelas Roslani.

Masih kata Roslani, bahwa pelaku kerap kali marah saat ditanyakan seputar pemulangan uang tersebut. 

Keterangan foto tidak tersedia.

“Habis itu dia marah gak kan kembalikan uang itu dan nomr hp diganti bang sampai penyidik pun tidak tau nomor hp pelaku bang. Pelaku juga wakil ketua komisi DPRD Langkat di Stabat bang. Periode tahun ini dia sudah habis menjabat dia bang. Kata pelaku dia susah ditangkap bang,” beber Roslani.

Sekedar diketahui, pertemuan Roslani dengan oknum anggota DPRD Langkat itu berawal dari Novi Purba seorang PNS. Novi adalah keponakan RKS, dan memperkenalkan Roslani dengan RKS sekira bulan Juli dan September 2014 lalu.

Roslani Minta Kapolda Sumatera Utara Bertindak Tegas

Roslani kepada www.target24jamnews.com berharap agar pelaku ditangkap dan diberikan tindakan tegas. Hal ini disampaikan mengingat kasus dugaan penipuan tersebut, mangkrak selama 3 tahun lamanya. 

“Bapak Kapolda Sumut, tolong ditindak para oknum anggota DPRD yang menipu rakyat. Karena anggota dewan yang memilih rakyat, gaji dari rakyat tetapi rakyat yang ditipu, korban 11 orang, tiap korban ada yang 600 juta adek beradek pak. Uang itu bukan daun, susah orangtua ngumpulin karena ingin anaknya susah dan korban sudah ada yang meninggal di Berastagi karena stres uangnya tidak dipulangkan. Kami mohon bapak Kapolda berbelas kasihan dan terima kasih,” harap Roslani. (RED/HUM/TIM). 

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai