IPW DESAK KAPOLDA SUMUT DAN PROPAM PROSES OKNUM POLISI TERDUGA PENGANIAYA DI LABUHAN BATU

TARGET24JAMNEWS.COM  |  JAKARTA — Pacsa kematian terduga pelaku peredaran Narkotika jenis Sabu, Suheri alias Eri Lantong (43), seusai dibawa dan diperiksa Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhan Batu, Sabtu (6/10) sekira pukul 01.30 membuat sejumlah kalangan bertanya-tanya. Ada apa dibalik kematian Eri Lantong ?

Karena sebelum diamankan, Eri dikabarkan dalam keadaan sehat menurut penuturan warga dan kerabatnya. Namun setelah dibawa polisi, Eri dikabarkan tewas dengan kondisi tubuh korban penuh lebam. Pada bahu kiri korban membiru. Tengkuk hingga punggung korban memar. Bahkan, pada leher kiri korban terdapat lebam dan di kening korban terlihat bekas luka seperti terkena benda runcing.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane menanggapinya. Menurut IPW, keluarga korban sebaiknya melaporkan dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian anggota keluarganya, kepada Kapolda Sumut atau Propam Polda. 

“Keluarga korban sebaiknya melaporkan dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian yang dilakukan anggota polisi ini ke propam Polda Sumut. Foto korban yang penuh luka bisa menjadi bukti. Warga yang menyaksikan bahwa korban dalam keadaan sehat saat dibawa polisi bisa menjadi saksi,” kata Neta, Minggu (7/10) saat dihubungi.

Kata Neta, IPW mendesak Propam Poldasu menangani kasus ini dengan serius. Kapolda Sumatera Utara harus mengawasi penanganan kasus dugaan penyiksaan oleh oknum Satres Narkoba Polres Labuhan Batu.

“Kapoldasu perlu mengawasi penanganan kasus ini karena penyiksaan yang menyebabkan kematian tersangka adalah tindakan biadab yang tidak boleh dibiarkan. Polisi adalah aparatur penegak hukum dan bukan algojo pembunuh tersangka,” ujar Neta.

Neta menambahkan, tugas polisi adalah memproses kasus tersangka hingga bisa masuk ke pengadilan dan bukan masuk ke kuburan.

“Jika terbukti anggota Polres Labuhan Batu itu menganiaya tersangka hingga tewas, mereka harus diadili dan dihukum berat. Namun sebelum diproses polisi-polisi yangg diduga terlibat harus ditahan Propam Poldasu agar mereka tidak menghilangkan barang bukti. Tindakan biadab anggota kepolisian harus diperangi segenap anggota Polri, agar Polri bisa benar-benar menjadi aparat penegak hukum yang profesional,” pungkas Ketua IPW.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polres Labuhan Batu maupun Polda Sumatera Utara. Kapolres Labuhan Batu AKBP. Frido Situmorang SIK., saat dikonfirmasi terkait kematian Suheri, tidak berhasil.

Sementara Kasat Res Narkoba Polres Labuhanbatu AKP I Kadek Heri Cahyadi mengatakan Suheri alias Eri ditangkap bersama rekannya Gunawan Jumat (5/10) sekitar pukul 22.00 wib, setelah adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Saat penangkapan sambungnya, personilnya berhasil menemukan barang bukti sebanyak 19 plastik sabu-sabu yang diantaranya ditemukan dari tersangka Gunawan alias JK dan dari sekitar rumah Eri.

Setelah diamankan keduanya dibawa ke Mapolres Labuhanbatu.Namun, saat diturunkan dari mobil di Mapolres Labuhan Batu, korban mengalami kejang-kejang.

Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Rantauprapat. Namun saat diperjalanan, nyawa korban tak terselamatkan dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Saat ditanya apakah ada catatan medis yang diberikan dokter untuk memastikan penyebab kematian Eri, Kadek mengaku bahwa dokter tidak ada memberi rekam medis. (RED/HUM/IPW).

Bagikan berita ini