IPW MINTA KAPOLRESTABES MEDAN JELASKAN KE PUBLIK TERKAIT KASUS INI…

TARGET24JAMNEWS.COM  |  JAKARTA —  Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane meminta Kapolrestabes Medan, Kombes.Pol. Dr. Dadang Hartanto, SH.SIK.MSI., agar terbuka kepada publik terkait pengungkapan kasus dua oknum penyidik Satreskrim Polrestabes Medan. Hal ini dikarenakan penilaian publik dengan kinerja Polrestabes Medan berkurang.

” Sangat disayangkan jika kasus yangg menyangkut internal dirinya sendiri Polrestabes Medan bersikap tertutup dan menutup diri. Sikap ini bisa dinilai publik bahwa tidak ada upaya yang serius dari Polrestabes Medan, untuk membenahi diri dan memberantas pungli di lingkungan kerjanya secara serius,” ujar Neta kepada www.target24jamnews.com, Minggu (19/8/2018) sekira pukul 21.04 wib.

Neta berharap Kapolda Sumut agar meminta Kapolrestabes Medan serius menangani kasus yang menjerat oknum anggotanya, dengan menjelaskan kepada publik sampai dimana penanganan kasus tersebut. 

“Untuk menghindari tudingan itu seharusnya Kapolrestabes Medan segera menjelaskan secara transparan, kasus dugaan pungli di Satreskrim Polrestabes yang melibatkan dua personilnya. Selain itu Kapoldasu harus meminta Kapolrestabes Medan menangani kasus  itu dengan serius dan melimpahkan BAP nya ke Kejaksaan,” pungkas Neta.

Seperti diberitakan sebelumnya diberbagai media online dan cetak, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan RI melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua oknum penyidik di Polrestabes Medan, Jumat (3/8/2018) malam.

Kedua oknum itu berinisial Brigadir SM dan Aiptu MS. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sabtu (4/3/2018), kedua oknum penyidik yang bertugas di unit ekonomi Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan ini diamankan dari Polrestabes Medan Jalan HM Said Medan, kemudian diserahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) untuk menjalani pemeriksaan.
 
Kedua oknum penyidik itu diamankan karena diduga menerima suap terkait penyidikan perkara perdagangan barang yang tidak memiliki label SNI dan tanpa label bahasa Indonesia serta melanggar undang-undang perdagangan dan konsumen terhadap perusahaan FJE yang berkantor di Jalan Aksara Medan.
 
Selain mengamankan keduanya, Tim Saber Pungli Kemenko Polhukam juga menyita barang bukti berupa uang tunai Rp20 juta pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu, satu bundel perkara serta ponsel yang digunakan sebagai alat komunikasi oleh oknum tersebut.
 
Terkait diamankannya dua oknum penyidik Polrestabes Medan itu, para pejabat utama Polda Sumut belum berkenan memberikan keterangan. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan dua oknum penyidik Polrestabes Medan yang terkena OTT.

“Sebentar ya. Nanti kalau ada konfirmasi dari satker yang menangani akan dikabari,” jelasnya. (RED/INT).

Bagikan berita ini