dilihat 141 kali

Jatuhnya Lion Air JT-610: Lion akui pernah ada masalah teknis tapi sudah ditangani

TARGET24JAMNEWS.COM  |  JAKARTA — Sejumlah serpihan dan barang-barang milik penumpang pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang telah ditemukan, sementara Lion Air menegaskan pesawat masih baru dan layak terbang kendati pernah mengalami masalah teknis.

“Kami menemukan antara lain KTP dan paspor, tas dan barang lain milik penumpang, serta serpihan dan potongan badan pesawat,” kata Mayjen Nugroho Budi Wiryanto, Deputi Operasi Basarnas, dalam jumpa pers di kantor Basarnas di Jakarta.

Sementara itu Direktur Utama Lion Air mengatakan, terlalu dini untuk menduga penyebab kecelakaan.

“Kami tak bisa berspekulasi, karena ini menyangkut nyawa manusia,” kata Edward dalam jumpa pers di Bandara Soekarno Hatta.

“Namun kami tegaskan, pesawat dalam keadaan layak terbang, sudah diperiksa para insinyur kami. Memang pernah ada masalah teknis, tapi sudah ditangani,” katanya.

Ia menandaskan, masalah teknis merupakan hal biasa untuk pesawat dan mesin apapun, namun sudah ditangani dengan baik.

Betapa pun, kata Deputi Operasi Basarnas, sejauh ini yang ditemukan baru serpihan kecil. “Belum signifikan, belum ada badan pesawat yang utama,” kata Nugroho.

Karenanya, “Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan penyelaman di perairan Tanjung Karawang, untuk menemukan korban,” lanjutnya.

Kedalaman di perairan itu sekitar 30-35 meter, jadi bisa diselami, tambah Nugroho lagi.

Pesawat dengan registrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8, yang tergolong sangat baru. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018, dan baru menjalani 800 jam terbang.

Pesawat itu baru dioperasikan bulan Agustus lalu, kata juru bicara Lion Air, Danang Mandala Prihantoro.

“Penerbangan Lion Air JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang … setelah 13 menit mengudara, pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052″ E 107′ 06.628″ (sekitar Karawang),” kata Direktur Lion Air, Edward Sirait, dalam jumpa pers mereka.

Pesawat itu dipimpin Kapten pilot Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin dan tiga pramugari yang sedang menjalani pelatihan.

“Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang. Keduanya adalah poilot yang sangat berpengalaman, juga dalam menerbangkan pesawat ke luar negeri,” kata Edward Sirait pula.

“Ini pesawat baru, kami terima dari Boeing awal Agustus, dan dipoeprasikan pada 15 Agustus. Jadi masih sangat baru.”

Badan SAR sejauh ini mengirimkan 10 regu pencari dengan 12 kapal. Lokasi diperkirakan 23 mil laut jauhnya dari Posko Basarnas.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang dilaporkan hilang kontak sesaat setelah lepas landas pada Senin (29/10) pagi.

Boeing meluncurkan pesawat model 737 Max tahun lalu seraya mengklaim pesawat ini lebih senyap dan lebih hemat bahan bakar ketimbang model sebelumnya, yaitu 737.

Maskapai mana yang sudah memesan Boeing 737 Max? (data April 2018)

  • Flydubai – 251 unit (6 sudah diantarkan)
  • Lion Air – 201 (8 sudah diantarkan)
  • Southwest Airlines – 200 (13 sudah diantarkan)
  • GECAS – 170
  • SpiceJet – 155
  • United Airlines – 135
  • Air Lease Corporation – 130 (2 sudah diantarkan)
  • Norwegian – 110 (6 sudah diantarkan)
  • Ryanair – 110
  • AerCap – 100
  • American Airlines – 100 (4 sudah diantarkan)
  • VietJet Air – 100

(RED/BBC).

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai