JEMBATAN RATUSAN JUTA DIBANGUN ASAL JADI DI DESA PAMAH SERGAI DIDUGA SARAT AKAN KORUPSI

TARGET24JAMNEWS.COM || SERGAI – Pembangunan Jembatan gantung yang baru dibangun di Desa Pamah Kecamatan Silinda Kabupaten Serdang Bedagai merupakan jembatan pengganti yang pernah rusak. Harapan masyarakat tampaknya dipenuhi Kepala Desa Pamah dalam membangunan Jembatan Gantung yang baru. Tapi lambannya Pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Pamah Kecamatan Silinda sehingga perlu dipertanyakan.

Target24jamnews.com melakukan wawancara dengan Rosa Ketua DPD LSM TOPAN-RI (Team Penyelamatan Aset Negara Republik Indonesia)di kantornya lubuk pakam.Rosa menerangkan bahwa hasil investigasi tim dilapangan ditemui Pekerjaan Pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung di Dusun II Desa Pamah Kecamatan Silinda Kabupaten Serdang Bedagai sangat buruk.

“Pembangunan Jembatan Gantung 1 unit ini memakan biaya yang sangat besar Rp. 514.279.000 yang diambil dari Dana Desa Tahun 2018 beresiko terindikasi Mark-up. Diduga terjadi kerugian keuangan Negara dalam Pembangunan Jembatan Gantung tersebut.” Ujar Rosa Selasa ( 26 /2/2019)

Tambahnya lagi, tim TOPAN RI dilapangan memantau pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung itu dari awal sampai mau selesai dengan kualitas buruk yang diperkirakan tidak sanggup menahan beban sampai 50 ton. Investigasi dilapangan diketahui Pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung tersebut diberikan pihak ketiga (Kontraktor) dengan Bapak Tambunan.

Ketika wartawan target24jamnews.com ditemani oleh tim TOPAN RI mengkonfirmasi beberapa waktu lalu ke Kepala Desa Pamah Sapna Barus langsung menelepon seluruh perangkat Desa Pamah dan turun ke lokasi dan berketepatan bertemu dengan sang Kontraktor. Perdebatan terjadi antara tim TOPAN RI dangan Kontraktor Bapak Tambunan yang mengatakan “kalau pembangunan jembatan ini sudah sesuai bestek, karena saya seorang Insiyiur (Ir) teknik sipil”, kata tambunan.

Diwaktu yang sama Kepala Desa Pamah Sapna Barus menerangkan, kalau sapna tidak tau menau bagaimana hasil jembatan ini. “Memang kita pakai rekanan atau pihak ketiga. dan gk mungkin jembatan ini asal jadi dibuat, karena anggarannya sangat besar ” ujarnya.

Namun Bapak Tambunan diakhir perdebatan membenarkan bahwa ada sebagian material yang tidak sesuai.

Tim LSM TOPAN-RI melalui Sekjen C.Sipayung  mengatakan kalau Bukti rekaman vidio sebagai bukti untuk dibawa ke ranah Hukum sudah berada ditangan.Bukti tersebut akan diajukan ke muka hukum agar segera memeriksa Kepala Desa dan Kontraktor di Polres Sergai. Sebab sudah melanggar Undang – Undang Jasa Kontruksi Tahun 2017 dengan Denda 10 % dengan Pidana Penjara selama 6 Tahun.

Masyarakat Desa Pamah atau masyarakat lainnya yang ingin akses keluar masuk melalui Jembatan Di Desa Pamah tersebut dihimbau wajib mewaspadai karena kualitas jembatan yang sangat rapuh dan melihat arus air yang sangat deras dan bebatuan yang berbahaya sehingga dapat menimbulkan korban jiwa jika tiang dan tali sling jembatan tersebut putus, ujar sipayung.

Tambahnya pembangunan jembatan gantung tersebut diperkirakan sangat beresiko bagi pengguna jembatan yang dapat memakan korban jiwa. Hal ini patut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dan Polres Serdang Bedagai untuk melakukan observasi kualitas jembatan. Jembatan ini sebagai penghubung antara Kabupaten Serdang Bedagai dengan Kabupaten Deli Serdang. (Pyg).

Bagikan berita ini