SUTRISNO MINTA KASAT NARKOBA POLRES LABUHAN BATU BERTANGGUNGJAWAB TERKAIT TEWASNYA SUHERI

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Polda Sumatera Utara diminta segera merespon terkait kematian tidak wajar, Suheri alias Eri Lantong (43) seusai diperiksa Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhan Batu, Jumat (5/10) malam. Hal itu disampaikan anggota DPRD Sumatera Utara Sutrisno Pangaribuan kepada www.target24jamnews.com, Minggu (7/10) malam. 

“Polda Sumatera Utara harus segera merespon kematian tidak wajar dari almarhum Suheri yang diduga mengalami tindakan tidak wajar setelah ditangkap Satnarkoba Polres Labuhan Batu. Reformasi yang kita perjuangkan itu termasuk di dalamnya penegakan hukum yang adil, fair dan terbuka. Setiap warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan, itu bunyi konstitusi kita. Maka setiap warga negara berhak mendapat keadilan, termasuk ketika dia meninggal. Keluarga berhak mengetahui penyebab kematian almarhum Suheri. Oleh karena itu, demi keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum, Polda Sumatera Utara diminta memfasilitasi otopsi terhadap jenazah almarhum Suheri,” tegas Sutrisno. 

Sambung Sutrisno, negara telah memberi penugasan kepada Polri dalam rangka penegakan hukum, namun dalam rangka penegakan hukum, Polri tidak boleh melakukan pelanggaran hukum.

“Jika dalam penanganan kasus pelanggaran hukum ada kelalaian aparatur Polri, maka hukum harus ditegakkan,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

KASAT NARKOBA WAJIB BERTANGGUNGJAWAB

Sutrisno Pangaribuan juga meminta Kasat Narkoba Polres Labuhan Batu AKP I Kadek Heri Cahyadi agar bertanggungjawab penuh dengan seluruh tindak tanduk anggota di satuannya.

“Kasat Narkoba harus bertanggung jawab penuh atas seluruh kegiatan di satuannya. Jika ditemukan pelanggaran hukum, maka setiap yang terlibat harus bertanggung jawab. Pemberi perintah bertanggungjawab atas perintah termasuk jika perintah disalahgunakan,” beber anggota DPRD Sumatera Utara di Komisi C itu.

“Kita semua sepakat narkoba harus diberantas, namun kita tidak menolerir jika dalam pemberantasan narkoba ada tindakan menghilangkan nyawa manusia kecuali telah diputuskan pengadilan,” pungkas Sutrisno. (RED/HUM).

 

Bagikan berita ini