JUDI TOGEL MAKAN KORBAN, 3 TAHUN PELAKU PENGANIAYAAN MASIH BEBAS

TARGET24JAMNEWS.COM || DELI SERDANG – Pemberantasan Judi Togel di Wilayah Hukum Polresta Deli Serdang Polda Sumatera Utara masih sebatas Jurtul (Juru Tulis) yang di tangkap.

Ketua DPD Deli Serdang LSM TOPAN-RI (Lembaga Swadaya Masyarakat Team Operasional Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia) melalui Bapak Sipayung mengatakan, sudah lama memperhatikan  perkembangan  kasus ini, tapi belum ada kejelasan hukumnya.

“Kami tim Lsm TOPAN-RI DPD deli Serdang sangat mengaharapkan gebrakan dari Bapak Irjen. Pol. Drs. Martuani Sormin Kapoldasu Dan Bapak Yemi Mandagi Kapolresta Deli Serdang. Jangan pilih – pilih dalam penyelesaian kasus hukum. Kasus penganiayaan yang diduga karena Omset Judi Togel yang terjadi di Wilayah Hukum Polresta Deli Serdang harus segera selesai pidananya”,ujarnya.

Jelas ini sudah sangat perlu perhatian Kapolri Bapak Idham Aziz dalam menumpas perjudian di Wilayah Hukum Polresta Deli Serdang Polda Sumatera Utara.

Karena semakin maraknya Perjudian Togel dan Kim. sehingga memakan korban penganiayaan yang diduga karena Omset Judi.  Kami tim Lsm TOPAN-RI akan melayangkan surat ke Kapolri berikut LP (Laporan Pengaduan) nomor LP/18/I/2017/SU/RES DS tanggal 7 Januari 2017, korban saudara Doni Parhusip dengan diduga pelaku Bongotan Siburian Anggota DPRD Deli Serdang sekarang sesuai LP diatas.

Jangan menunggu ada korban meninggal akibat penganiayaan baru cepat diproses atau  karena umur pelaku yang sudah tua.  Semua sama di mata Hukum.

“Kami harapkan kepada Bapak Yemi Mandagi Kapolresta Deli Serdang dalam menyelesaikan PR (Pekerjaan Rumah) yang ditinggalkan Kapolres Deli Serdang Edy Surantha Taringan.

“Jika dibandingkan pada saat Kapolri saat Bapak Sutanto, Perjudian dapat dikatakan musnah dari Sumatera Utara. Kita berharap dengan adanya surat yang akan kita layangkan ke Kapolri, Perjudian di Wilayah Hukum Sumatera Utara juga musnah dan pelaku penganiayaan dapat ditindak secara Hukum yang berlaku”,pintanya.

Tim media ini mempertanyakan ke Bapak Yemi Mandagi Kapolresta Deli Serdang tentang LP Saudara Doni Parhusip terhadap pelaku Bongotan Siburian sesuai Nomor LP/18/I/2017/SU/RES DS tanggal 7 Januari 2017 lalu. Kasus Penganiayaan 3 tahun mandek. Bapak Yemi Mandagi Kapolresta Deli Serdang menjelaskan, masih sedang dalam proses dan sudah saya perintahkan Kasat untuk diberikan kepastian Hukumnya”. Rabu, 15/01/2020.

Kronologi singkat menurut pengakuan korban Doni Parhusip, dilaporkannya Bongotan Siburian alias oppung ke Polres Deli Serdang, awalnya Doni Parhusip dengan Bongotan Siburian kerjasama agar Doni Parhusip mengarahkan para Juru Tulis Togel untuk menyetor omset penjualan kepada Bongotan Siburian alias Oppung dengan perjanjian Bongotan Siburian memberikan komisi 27 persen kepada Doni Parhusip dan terserah Doni Parhusip mau memberikan komisi kepada jurtul. Hitungan persenan pun dilakukan sekali dalam sepekan. Selain persenan omset, Doni Parhusip akan diberikan persenan jika bandar menang.

Selanjutnya Doni Parhusip mencari para jurtul dan memberikan komisi 20 persen dari omset kepada jurtul. Para jurtul togel yang direkrut Doni Parhusip pun menyetor kepada Bongotan Siburian. “Total omset dari jurtul ku berkisar Rp 40 juta”.

Maka sesuai perjanjian, Doni Parhusip meminta persenan dari omset yang disetorkan jurtulnya kepada Bongotan Siburian. Namun isteri Bongotan Siburian alias Oppung menyatakan kepada Doni Parhusip agar mengambil persenan omset pekan depannya saja. Mendengar hal itu Doni Parhusip menjawab jika ia, isteri dan anaknya perlu juga makan dan meminta uang Rp 5 juta dulu. Mendengar ucapan Doni Parhusip itu Bongotan Siburian alias Oppung memberikannya dan menyatakan agar Doni Parhusip berurusan sama Bongotan Siburian alias Oppung saja.

Pekan berikutnya, Doni Parhusip kembali meminta persenan dari omset tapi isteri Bongotan Siburian alias Oppung menyatakan jika persenan Doni Parhusip sudah tidak ada lagi. Mendengar hal itu, Bongotan Siburian alias Oppung menengahinya dan menyatakan kepada Doni Parhusip agar tidak mengungkit itu lagi dan jangan ribut. Bongotan Siburian pun menyatakan agar Doni Parhusip berhubungan dengan Bongotan Siburian alias Oppung saja. “Kalau ku hitung jumlah persenan dari omset dan komisi dari kemenangan sudah berkisar Rp 20 juta”.

Karena hitungan persenan dari omset seperti yang dijanjikan tidak jelas, maka Doni Parhusip beralih dan menyetor omset ke bandar togel lain yang sekarang sudah tutup. Beralihnya Doni Parhusip ke bandar judi togel lain mengakibatkan omset Bongotan Siburian alias Oppung menurun sehingga Bongotam bersama isterinya dan dua orang lainnya mendatangi Doni Parhusip ke rumahnya.

“Saat aku terjatuh didorong Bongotan Siburian alias Oppung itu, HP juga jatuh dan diambil isteri Bongotan Siburian alias Oppung. Lalu aku mendatangi Bongotan Siburian alias Oppung kerumahnya namun aku diancam dengan pisau pada bagian leher ku di warung depan rumahnya”,terangnya.

Kembali Ketua LSM TOPAN-RI melalui Sekjen Bapak Sipayung mengatakan, proses yang dimaksud Bapak Yemi Mandagi Kapolresta Deli Serdang sampai kapan. Apalagi ini menyangkut Intruksi Kapoldasu Irjen. Pol. Drs. Martuani Sormin pada point 8 tentang Bersih Judi Togel dari Wilayah Hukum Poldasu. Namun kenapa harus bersih, kenapa tidak bahasa berantas atau musnahkan Judi Togel dan Kim. (Pay).

Bagikan berita ini