Julwanri Munthe Caleg Muda Tunjukkan Atmosfer Baru Dalam Parlemen Simalungun: Utamakan Kampanye Digital

TARGET24JAMNEWS.COM || SIMALUNGUN – Julwanri Munthe Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Simalungun dari Partai Demokrat melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat membutuhkan peran anak muda atau generasi milenial. Julwanri sebagai alumnus Universitas Sumatera Utara (USU) yang masih berusia 28 tahun menilai pembangunan di Kabupaten Simalungun tak dapat bersaing dengan daerah lain tanpa tangan anak muda.

Julwanri merupakan Caleg Nomor Urut 8 dari Daerah Pemilihan (Dapil) enam meliputi Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Dolok Panribuan, Dolok Pardamean, Pematangan Sidamanik, Sidamanik, Panei, Panombeian Panei, dan Jorlang Hataran.
“Melihat tren dan perkembangan teknologi saat ini, yang harus leading yang muda-muda termasuk di Parlemen, karena dipastikan orang-orang tua memiliki keterbatasan dalam hal ini,”ujar mantan Ketua Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan, Selasa (2/4/2019).
Julwanri juga menceritakan tentang revolusi industri 4.0 yang semakin pesat. Ia mengatakan tentang teknologi robotik, kerja efektif dan efisien.
“Pertama, pesan ini penting saya sampaikan kepada semua orang muda di luaran sana, dan mohon di terus kan ke orang tua kita di rumah, yang harus prioritas adalah orang muda,”kata Kadiv Humas Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon ini.
Caleg berkepala plontos ini mengatakan jumlah pemilih orang muda itu berkisar 48 persen. Ia mengharapkan anak muda berperan dalam pemilu 17 April 2019.
Namun, Julwanri mengaku anak muda masih minim perhatian terhadap dunia politik. Berdasarkan hasil survei Alvara Research Center menyebutkan hanya 22 persen generasi millenial yang menyukai pemberitaan politik. Mereka berdalih bahwa politik itu kaku dan membosankan.
“Ini masuk akal, karena selama ini yang mengoperasikannya orang tua. Makanya, kita coba membuat atmosfer baru dalam politik khususnya di Simalungun. Agar semakin energik,”ujar Julwanri.
Ia mengharapkan pemilih pemula bisa lepas dari politik transaksional yang terjadi berulang-ulang saat pesta demokrasi.
“Sebenarnya kampanye ini bisa lebih efektif dengan kampanye digital. Apalagi dalam hal pembiayaan dan waktu,”katanya.
Berdasarkan data, kata Julwanri jumlah pengguna internet di Indonesia diproyeksikan tembus 175 juta pada 2019, atau sekitar 65,3% dari total penduduk.
“Sebagai anak muda saya tidak lagi butuh kayu atau kertas untuk APK, atau pertemuan yang pasti berbiaya. Kampanye digital tentu akan lebih transparan, lebih terbuka, siapa pun bisa mengakses, ini akan lebih baik,”pungkasnya.(Dho)
Bagikan berita ini