JUNIMART GIRSANG : PERWIRA POLRI DI JAJARAN POLDASU JANGAN SUKA BLOKIR WHATSAPP WARTAWAN

TARGET24JAMNEWS.COM | PEMATANGSIANTAR – Terkait seringnya para perwira POLRI dijajaran POLDASU memblokir whatsapp wartawan apabila mau dikonfirmasi terkait suatu kasus yang diduga syarat akan ketidakberesan,anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Junimart Girsang angkat bicara terkait hal tersebut.

Junimart menilai bahwa sikap polisi yang melakukan hal tersebut kepada awak media menunjukan bahwa sikap tersebut adalah tidak mencerminkan seorang Polisi yang melindungi dan mengayomi masyarakat.Terlebih Polisi tersebut adalah seorang Perwira yang punya kedudukan penting di Polres tempat dia ditugaskan.

“Kenapa kok Polisi yang mau dikonfirmasi wartawan via whatsapp akan suatu hal yang penting yang menyangkut kinerja kepolisian kok malah di blokir,tidak boleh gitu donk.Harusnya layani secara profesional” ujar Junimart dengan nada kecewa.

“Khususnya untuk Polres Pematangsiantar ini kenapa kok suka sekali memblokir whatsapp wartawan yang mau menanyakan hal penting terkait kinerja kepolisian,Pak kasat disamping saya ini harusnya Pak Kasat jangan suka blokir-blokir WhatsApp wartawan lah, rekan-rekan pers ini mitra kita. Nanti yang baik diberitakan jadi gak baik, kan jadi rusak kerja polres Siantar. Rangkul dan bangunlah komunikasi, jangan pernah musuhi rekan-rekan pers.”terangnya dengan nada kesal.

Mendapat teguran tersebut, Sinambela mencoba untuk mengelak.”WhatsApp ku ada 2 pak,yang satu memang untuk pribadi dan keluarga, kalau yang dinas 24 jam standby.”ujarnya.

Tak hanya itu, Junimart juga mengatakan bahwa Polres Siantar belum siap dengan pelayanan kepada masyarakat.” Penglihatan saya, polres Siantar ini tidak siap dengan pelayanan kepada masyarakat dan tidak bisa menjawab pertanyaan saya mengenai judi yang marak di Siantar.” Jelasnya.

“Jika dalam waktu 7 hari pihak kepolisian belum bisa menindaklanjuti judi yang ada di Siantar, saya akan bawa Issue Judi Togel dalam rapat bersama Kapolri. Dan saya meminta agar teman-teman pers di rangkul dalam memberikan informasi kepada masyarakat agar masyarakat tahu bagaimana pekerjaan pihak kepolisian.”tambahnya.

Kasus judi togel yang semakin berakar di kota Siantar, sepertinya tidak membuat pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti walaupun sudah mengetahui nama-nama bandar togel yang mendapat omset besar dari hasil penjualan.

Apalagi saat ini yang santer terdengar nama-nama yang diduga sebagai bandar togel seperti, Rizal Pane, yang merupakan warga Jalan Nagur, Kecamatan Siantar Utara. Lalu, Roni Simanjuntak, yang tinggal di Jalan Siantar-Saribudolok, Kecamatan Siantar Marihat, dan yang ketiga Ponco Pardede, warga Jalan SKI, Kecamatan Siantar Selatan.(Dho)

Bagikan berita ini