Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Drs. Istiono meresmikan penerapan E-tilang di Surabaya

TARGET24JAMNEWS.COM || SURABAYA – Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Drs. Istiono, M.H., meresmikan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau e-tilang Surabaya di Gedung Mahameru Polda Jatim, Surabaya. Per hari  ini,para pelanggar yang tercapture kamera CCTV akan segera dilakukan penindakan  hukum.

Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si., akan berencana membuat program tersebut diselenggarakan di kota dan kabupaten di wilayah Jatim, hal tersebut dilakukan karena sangat banyaknya pihak yang mendukung program ETLE yang di prakarsai oleh Korps Lantas tersebut.

“ETLE ini sebenarnya sudah ada di luar negeri sejak 5 sampai 10 tahun lalu. Diprakarsai oleh Kakorlantas, kami meminta ijin agar program ini untuk di Jawa Timur menjadi percontohan untuk wilayah lain. Insyaa Allah nanti rencananya akan menyebar, tidak hanya di wilayah Surabaya melainkan wilayah kota atau kabupaten lainnya” jelas Kapolda Jatim, Kamis (16/01/20).

Jenderal bintang dua tersebut mengatakan bahwa tak hanya persoalan pelanggaran lalu lintas, ETLE ini juga dapat merekam kemungkinan terjadinya tindak pidana di jalanan.

“Selain tilang, ETLE ini dapat memonitor setiap pergerakan masyarakat yang ada di jalanan. Jadi bukan cuma pelanggar saja, tapi juga akan merekam kemungkinan terjadi tindak pidana. Ini nantinya akan memudahkan penyelidikan,” terang Kapolda Jatim.

Sementara itu, Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istioni mengapresiasi program ETLE yang saat ini resmi diberlakukan di Jawa Timur khususnya Surabaya.

“Ini menjadi titik awal inovasi Polri. Kami memgapresiasi pak Kapolda dan jajaran. Dengan program ini tentu tidak akan ada lagi negoisasi antara pelanggar dan petugas di lapangan. Kami meminimalisir terjadinya komunikasi yang harus diubah. Budaya tersebut harus dihilangkan. Selain itu juga untuk penindakkan tentu lebih efektif dan efisien. Setiap pengguna jalan menumbuhkan kesadaran untuk tertib berlalu lintas meskipun tidak ada petugas yang ada di jalanan. Budaya baru,” jelas Kakorlantas.

Saat ini, polisi di Surabaya telah melakukan penindakan sebanyak 263 pelanggar selama dua hari terakhir. Penindakan tersebut berupa surat teguran dan baru hari ini penindakan tilang akan diberlakukan bagi pelanggar.(Red/Hum)

Bagikan berita ini