KAPOLRES PEMATANG SIANTAR MINTA BIJAK GUNAKAN MEDSOS

TARGET24JAMNEWS.COM  |  PEMATANG SIANTAR — Terkait maraknya penyalahgunaan Media Sosial seperti Facebook, dan pasca penangkapan seorang pelajar di Pematang Siantar akibat ulahnya menghina agama, Kapolres Pematang Siantar, AKBP. Doddy Hermawan, SIK., angkat bicara.

Menurut Kapolres, setiap post yang diunggah ke media sosial dan merugikan orang lain ada ancaman pidananya.

“Penggunaan media sosial di Indonesia akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan dengan saling melontarkan kebencian dan cenderung provokatif untuk menyudutkan pihak lain,” kata Doddy saat dihubungi, Sabtu (22/9) pagi. 

Kapolres menerangkan, akun media sosial sering digunakan untuk menghasut yang dapat memicu kerusuhan bernuansa SARA.

“Sebenarnya di Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur kebebasan berekspresi melalui media sosial seperti yang tertuang dalam UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” ungkapnya.

Ia mengatakan, menurut undang-undang tersebut setiap transaksi elektronik yang dilakukan para pengguna media sosial harus didasari itikad yang baik sehingga medsos tidak menjadi ajang saling mencela.

“Proses penyebaran paham radikal akhir-akhir ini juga semakin marak dilakukan di media sosial maupun internet karena dunia maya tidak mengenal batas-batas antar wilayah suatu negara,” kata Doddy.

Ia mengimbau agar orangtua berperan aktif untuk menjaga anak-anaknya ketika menggunakan internet agar tidak terjerumus pada radikalisme.

“Polri sebagai institusi penegakan hukum selalu menyebarkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila sebagai perekat kemajemukan bangsa untuk menangkal paham radikal dan konflik bernuansa SARA. Maka mari bijaklah menggunakan media sosial, dan jangan sampai merugikan orang lain,” tandas Kapolres. (RED/HUM). 

Bagikan berita ini