Kapolsek Medan Timur Paparkan Pengungkapan Pembobol ATM Nasabah BNI di Jln Bilal

Foto Tersangka Pembobol ATM di Mako Polsek Medan Timur

TARGET24JAMNEWS.COM || MEDAN – Press Release Polsek Medan Timur pengungkapan kasus 363 (pembobolan ATM) nasabah BNI di Jln. Bilal tepatnya di ATM BNI RSU Imelda, Kec. Medan Timur diadakan di Mako Polsek Medan Timur, Jumat (19/6/2020).

Dalam paparannya , Kapolsek Medan Timur Kompol Mhd Arifin SH didampingi Kanit Reskrim Iptu ALP Tambunan SIK MH kepada wartawan mengatakan, pelaku ditangkap berdasarkan Laporan  Polisi Nomor : LP/415/VI/2020/ Restabes Medan/ Sek Medan Timur.

Berdasarkan LP a.n pelapor Rice Mutia (25), warga Jln. Keadilan Pasar 1 lorong 1 Baru Barat Sampali dengan terlapor, Tanti Novita Damanik (35), warga Jln Datuk Kabu Pasar 3 Gg Pisang 9, Kec. Medan Tembung. Dalam laporan itu lanjut Kompol Mhd Arifin, korban mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp16 juta.

Kronologis kejadian, korban dan terlapor sama-sama bekerja di RS. Imelda Jln. Bilal dan saat itu keduanya tinggal dalam satu tempat tinggal yang sama selama penanganan wabah Covid-19.

Awalnya korban meletakkan kartu ATM di belakang HP tepatnya dibalik casing, kemudian korban sadar bahwa kartu ATM miliknya sudah hilang dan korban memberitahukan kepada terlapor dan mengaku tidak mengetahui dan terlapor sempat menyarankan urus ke Bank dengan alasan tertelan mesin ATM.

Setelah berselang sekitar dua bulan kemudian korban mencoba megurus ATM ke pihak BNI. Setelah dilakukan pencetakan rekening koran, saldo pada ATM korban tersebut telah habis. Korban selanjutnya membuat laporan ke Polsek Medan Timur.

Pada saat Cek TKP dengan Tim Tekab Polsek Medan Timur selanjutnya bersama korban koordinasi dengan pihak BNI tuk melihat CCTV penarikan pada hari dimana saldo tersebut berkurang.

“Stelah dilakukan pengecekan CCTV korban mengenali wajah yang terekam pada CCTV yakni wajah terlapor/rekan kerjanya yang menarik uang korban dari mesin ATM tersebut. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap tersangka pada, Kamis (18/6/2020),” ucap Kompol Arifin.

“Saat di interogasi tersangka mengakui perbuatanya yaitu mengambil kartu ATM milik korban dari tasnya, selanjutnya menarik uang dari ATM di TKP dengan no PIN yang sebelumnya sudah diketahui oleh tersangka karena mereka merupakan kawan dekat dan pernah sama-sama mengurus pengganti ATM yang hilang,” ujar Kompol Arifin.(Josua giawa)

 

Bagikan berita ini