dilihat 365 kali

KAPOLSEK SUNGGAL BLOKIR WHATSAPP WARTAWAN, INI KATA IPW

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Pasca pemberitaan terkait Oknum Pria Mengaku Polisi Sunggal Tanyakan Tagihan Motor dan BPKB, tertanggal 30 Agustus 2018, Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi, SH. SIK, bungkam. Ironisnya, selain bungkam penjabat kepolisian di Sektor Sunggal ini juga memblokir aplikasi Whatsappnya kepada awak media www.target24jamnews.com, Senin (3/9/2018).

Terkait aksi blokir Whatsapp tersebut, pemerhati kepolisian, Neta. S. Pane angkat bicara. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) mengatakan bahwa sebagai pejabat kepolisian seyogianya memahami tugas polri dan bersikap transparan kepada publik. 

“Jika ada perwira polri seperti itu berarti yang bersangkutan tidak paham dengan tugas-tugas polri dan tidak pantas menjadi perwira polri apalagi memegang jabatan strategis. Perwira itu menyadari bahwa sebagai aparatur kepolisian dia adalah pejabat publik yang harus siap bersikap transparan kepada publik demi kepentingan publik,” kata Neta pada siaran persnya kepada www.target24jamnews.com.

Neta menegaskan, bahwa sebagai pejabat publik yang digaji masyarakat haruslah bersikap profesional dan modern, sesuai amanah Kapolri. 

“Sebab itulah dia digaji masyarakat untuk melayani masyarakat. Polisi bukanlah raja kecil tapi pelayan masyarakat. Perwira-perwira seperti itu harusnya tidak boleh ditempatkan di posisi jabatan publik dan harus dimasukkan dalam kotak karena tidak siap menjadi polisi yang profesional dan modern. Para pimpinan polri, Kapolri perlu mencermati hal ini agar polisi tidak menjadi musuh masyarakat,” tandas Neta.

Seorang wartawan mengaku dicegat beberapa pria berpakaian preman yang mengaku sebagai polisi yang bertugas di Polsek Sektor Sunggal. Persada (21), wartawan salah satu media cetak harian dicegat tiga pria yang belum diketahui identitasnya. Ketiga pria tersebut mencurigai sepeda motor milik Persada tidak memiliki kelengkapan surat.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wartawan mengaku dicegat beberapa pria berpakaian preman yang mengaku sebagai polisi yang bertugas di Polsek Sektor Sunggal, Kamis (30/8/2018) sekira pukul 17.00 wib. Persada (21), wartawan salah satu media cetak harian dicegat tiga pria yang belum diketahui identitasnya. Ketiga pria tersebut mencurigai sepeda motor milik Persada tidak memiliki kelengkapan surat. 

“Saya sempat curiga dengan ketiga oknum berpakaian preman di Kompleks Perumahan Tomang Elok Medan Sunggal. Ketiga oknum mengaku Polisi itu menggunakan sepeda motor Vario Warna Putih Bk 3101 JSY dan berteriak menyuruh saya berhenti,” kata Persada kala itu kepada www.target24jamnews.com.

Persada menceritakan kronologis kejadian, awalnya singgah di Gedung UOB Kompleks Tomang Elok, merasa dipantau kemudian Persada beranjak pindah kelokasi lainnya. Yakin ada yang tidak beres dan merasa dibuntuti, Persada beranjak ketempat keramaian. 

“Saya pindah ke salah satu Bank di Komplek Tomang Elok. Saya pindah agar bisa dilihat warga sebenarnya apa maksud mereka,” jelas Persada. 

Benar dugaan Persada, oknum pria berpakaian preman langsung membentak Wartawan dan memberhentikan laju sepeda motornya, di saksikan Satpam penjaga BRI.

“Kau disuruh berhenti, kau lari kenapa kau, takut kau ya !!! Mana BK belakang mu, Kami dari Polsek Sunggal. Tunjukkan sekarang STNK mu,” beber Persada meniru perkataan oknum pria tersebut. 

Persada pun langsung menunjukkan STNK sepeda motornya beserta surat tanda pengenal jurnalis. Sambil merekam kejadian dan dokumentasi berupa foto para oknum tersebut, kembali salah seorang oknum itu menanyakan BPKB sepeda motor miliknya dan menuduh Persada punya tunggakan kredit sepeda motor.

“Ini hanya modal STNK saja, BPKB ini tidak ada, sudah berapa bulan kau nunggak bulanan kredit kereta”, lanjut Persada kembali menirukan perkataan oknum tersebut. 

Sang wartawan pun menyangkal semua tuduhan yang dialamatkan padanya, yakni tidak miliki Dokumen BPKB, dan tidak bayar kredit bulanan motor. Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi belum memberikan tanggapan.  (RED/PERSA). 

 

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai