Kasus Mangkrak 3 Tahun Dan Korban Bertambah, Kapolda Sumut Diminta Atensi Kasus Dugaan Penipuan Oknum DPRD Langkat

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Selain Roslani, juga ada yang menjadi korban modus penipuan bisa meloloskan CPNS oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Langkat Raja Kamsah Sitepu. Adalah Roslina Purba, ibu asal Tanah Karo ini juga menjadi korbannya, tak tanggung-tanggung. Kerugian mencapai lebih seratus juta rupiah.

“Kami awalnya percaya sama pak Sitepu. Karena ada saudara kami juga masuk dibuatnya menjadi PNS. Tapi kok kali ini nggak bisa ? Bahkan uang kami sudah habis untuk itu. Pinjam lagi kami uang itu, dan bunganya pun harus kami bayar,” kata Roslina, Senin (7/1/2019) saat dihubungi.

Lebih lanjut kata Roslina, dia berharap agar pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara bisa menyelesaikan kasus dugaan penipuan CPNS tersebut.

“Uang kami sudah habis kesana sini hanya untuk urus kasus ini. Jadi kami serahkan sepenuhnya kepada pak polisi. Agar bisa pelakunya ditangkap dan uang kami dipulangkan. Kami sudah menderita, dibuat lagi semakin menderita,” tutur Roslina.

“Saya bermohon kepada bapak Kapolda Sumatera Utara agar kiranya bisa membantu kami. Dan bisa selesai masalah ini. Kami sudah capek, karena sudah lebih dua tahun kasus ini nggak ada perkembangannya,” pinta Roslina.

Seperti diketahui, seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara, berinisial RKS diadukan warga terkait dugaan penipuan. Menurut korban Roslani Paulina, penipuan yang dilakukan oknum wakil  rakyat itu dengan modus bisa meloloskan dirinya menjadi PNS pada tahun 2014. 

“Dulu dia ingin msukkan cpns tahun 2014 dengan alasan bisa meloloskn cpns di Tanah Karo bang. Tapi alhasil tidak bisa, dia cuma berjanji mulangkan uang itu bang,” kata Roslani kepada www.target24jamnews.com, Sabtu (5/1).

Menurut Roslani, oknum wakil rakyat asal Partai Golongan Karya itu melakukan praktik penipuan dengan modus bisa meloloskan masuk menjadi Pegawai Negeri Sipil bukan kepada satu orang saja. 

“Korban ada 11 orang yang melaporkan bang. 5 orang tiap korban rugi sekitar 200 jita rupiah keatas bang. Setelah ditunggu itikad baiknya, pelaku pernah transfer 40 juta saja bang dalam bentuk rekening koran. Dan rekening korannya sudah disita penyidik bang,” jelas Roslani.

Masih kata Roslani, bahwa pelaku kerap kali marah saat ditanyakan seputar pemulangan uang tersebut. 

“Habis itu dia marah gak kan kembalikan uang itu dan nomr hp diganti bang sampai penyidik pun tidak tau nomor hp pelaku bang. Pelaku juga wakil ketua komisi DPRD Langkat di Stabat bang. Periode tahun ini dia sudah habis menjabat dia bang. Kata pelaku dia susah ditangkap bang,” beber Roslani.

Sekedar diketahui, pertemuan Roslani dengan oknum anggota DPRD Langkat itu berawal dari Novi Purba seorang PNS. Novi adalah keponakan RKS, dan memperkenalkan Roslani dengan RKS sekira bulan Juli dan September 2014 lalu. (RED/HUM/TIM). 

Bagikan berita ini