KEPALA DESA PAGAR MERBAU III MARASUTAN SIREGAR PATUT DIPERIKSA TERKAIT HAL INI

TARGET24JAMNEWS.COM | LUBUK PAKAM – Keberadaan bangunan kandang lembu yang berada di Desa Pagar Merbau III Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang menyalahi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Bangunan besar yang berdiri tegak berdiri di pinggir sungai tepatnya di lahan jalur hijau berjarak 10 meter dari bibir sungai, yang berubah fungsi menjadi kandang peternakan lembu.

Pantauan dan informasi yang dihimpun tim target24jam dilapangan, seorang warga yang tak ingin namanya disebutkan menjelaskan “jauh sebelum berdirinya bangunan peternakan kandang lembu, seorang warga pernah memiliki kandang babi di dekat lahan yang sama. Dengan jumlah ternak hanya ada 2 ekor babi untuk menambah mata pencaharian keluarganya.

Setelah Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Kantor Kepala Desa Pagar Merbau III Marasutan Siregar mengeluarkan dengan dalih Surat Undangan Gotong Royong dengan kegiatan Penanaman Pohon Manggis di Nomor 714701/VII/PM-III/2016 tanggal 28 Juli 2016 kandang babi tersebut di tutup sebab berada di pinggir sungai. Tapi tidak satupun pohonnya nampak dilokasi, hanya akal – akalan saja.

Ketika tim target24jam.com mengkonfirmasi Kepala Desa Pagar Merbau III Marasutan Siregar mengatakan dengan lantang, “tidak tau ada bangunan peternakan kandang lembu. Kalau kami tau (Desa Pagar Merbau III) ada pembangunan peternakan kandang lembu, pasti tidak kami ijinkan, kata Marasutan.Kamis(18/10/2018)

Tim target24jam.com mencoba mengkonfirmasi ke Kantor Camat Lubuk Pakam mempertanyakan perihal bangunan peternakan kandang lembu tersebut. Melalui Kasi Trantib Kecamatan Lubuk Pakam Ricardo Sembiring menegaskan, “di Kecamatan Lubuk Pakam tidak boleh ada Kandang Peternakan. Apalagi berada dijalur hijau, emang Kepala Desa Pagar Merbau III tidak tau, kita akan tindak tegas,  ujarnya.

Disisi lain Ketua LSM Topan – RI di Deli Serdang Carles Sipayung angkat bicara “Luar biasa kalau Kepala Desa Pagar Merbau III Marasutan Siregar  Tidak Tahu adanya pembangunan peternakan kandang lembu dijalur hijau. Jangan ada sentimen kepada masyarakat, apalagi di pinggir sungai.”ujarnya

Bangunan kandang lembu sebelum berdiri ditempat yang sekarang, kandang lembu tersebut rencananya mau dibuat arah Jl.Seroja Desa Pagar Merbau III, tak jauh dari yang sekarang. Dan tetap diambil jalur hijau, entahkah jalur hijau itu diberi pelicin kepada Kades Pagar Merbau III, sehingga alat berat (BEKO) diturunkan meninggikan lokasi tanah tersebut.

Tambahnya lagi, kalau terjadi jual beli tanah negara atau jalur hijau yang dimaksud, pasti Kepala Desa Pagar Merbau III Marasutan Siregar sudah berani melawan hukum. Kami (LSM TOPAN-RI) akan melaporkan hal ini ke Penegak Hukum, supaya ditelusuri dengan bukti – bukti yang akan kami siapkan ke Penegak Hukum.

Vidio dan foto – foto dokumentasi pada saat beko bekerja di pinggir sungai. Walaupun lahan itu sekarang sudah ikut ditumbuhi pohon jangung, tetap tidak menghilangkan pidananya yang mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No.28/PRT/M/2015 tentang penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau, Pasal 5 dan Pasal 4 ayat dua (2) huruf a. Kita akan tunggu hasil kebijakan Kades terkait Peternakan Kandang Lembu yang berada 10 meter dari bibir sungai. (Pyg).

Bagikan berita ini