dilihat 104 kali

Kisah Seorang Guru Ngaji Hidup Kekurangan Sekolahkan Tiga Orang Anak

TARGET24JAMNEWS.COM  |  KALBAR – Sebuah rumah yang terletak di Jalan Kapuas, RT 01 RW 01, Dusun Semaong, Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir kondisinya cukup memprihatinkan. Rumah itu ditempati oleh Sujasmandi (44) bersama istri dan lima orang anaknya.

Rumah yang berlantai serta berdinding kayu itu bagian dapur sudah berlubang. Bahkan dengan ukuran yang cukup besar. Bahkan, jika tak hati-hati bukan tidak mungkin orang yang berjalan akan terjatuh lantaran lantai yang berlubang sangat besar.

Sujasmandi atau yang biasa dipanggil Daud merupakan seorang guru mengaji keliling sejak 2010 lalu. Ditengah keterbatasan ekonomi, Daud tak pernah mengeluh bahkan ketiga anaknya tetap bersekolah.

Ditemani sang istri, Masgeni (36), Daud mengatakan saat ini anak sulungnya sudah lulus SMK. Anak keduanya, duduk dibangku telah lulus SMP. Anaknya tak melanjutkan pendidikan lantaran kekurangan biaya.

Sedangkan, anaknya yang ketiga dan keempat masih mengenyam pendidikan di bangkus SMP. Sedangkan, anaknya yang kelima atau yang paling bungsu masih duduk dibangku sekolah dasar (SD). Walau anak-anaknya sering mengeluhkan kondisi serba kekurangan itu, tapi Daud dan istri selalu menjelaskan kepada anak-anaknya agar terus bersabar.

“Ngapa hidup kita miskin mak,” ucap Masgeni menirukan ucapan anak-anaknya saat mengeluhkan kondisi kehidupan keluarga mereka.

Mereka tidak mempermasalahkan kehidupan yang serba kekurangan. Hanya saja, pendidikan anak-anak mereka tetap diperjuangkan. “Saya katakan pada anak-anak kalau mereka harus sekolah. Walau makan apa adanya, kalau tidak makan nasi makan singkong pun jadi,” ujar Daud saat ditemui dikediamannya, Minggu (20/1).

Mengenai pekerjaan saat ini, kata Daud, dirinya menyadap karet ataupun mencari ikan untuk mencari penghasilan tambahan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Meski telah didatangi pihak desa, namun hingga kini Daud tidak pernah menerima bantuan.

“Meski tidak dapat bantuan kami tidak akan menyalahkan orang lain. Kuncinya harus bersyukur biar pikiran tenang walaupun untuk makan saja masih kurang,” pungkasnya.(Yahya)

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai