Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Akan Melakukan Pleno

Target24Jam-Permasalahan terkait legalisir Surat Keterangan Pengganti Ijajah (SKPI) JR Saragih yang dilakukan bersama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Kantor Suku Dinas Pendidikan II Jakarta, status Tidak Memenuhi Syarat (TMS) maupun Memenuhi Syarat (MS) Paslon Pilgubsu ini akan ditetapkan KPU pada 16 Maret 2018 ini.

Hal tersebut diungkapkan Komisioner KPU Sumut, Iskandar Zulkarnain dalam Konfrensi pers di Kantor KPU Sumut, Selasa sore (13/3/2018), didampingi Maruli, Kabag Hukum Teknis dan Humas KPU Sumut.

Iskandar membeberkan kronologis saat legalisir ijajah dilakukan. “Bahwa sesuai dengan keputusan Bawaslu tertanggal 3 Maret 2018, salah satunya memerintahkan termohon untuk melakukan legalisir ulang fotokopi ijajah SMA bersama-sama dengan pemohon di dinas terkait.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut menyurati JR Saragih agar memberikan jadwal keberangkatan, dan diharapkan memberitahukan sehari sebelum berangkat. Kemudian, sabtu, (10/3/2018) JR membalas surat dan diberitahukan akan meleges ulang di hari Senin (12/3/2018) di suku dinas pendidikan II Jakarta Pusat,”jelas Iskandar.

Selanjutnya, sesuai tanggal yang ditentukan, lima komisioner KPU Sumut tiba di Kantor Suku Dinas Pendidikan Jakarta. Disana mereka bertemu tim dari Bawaslu dan tim JR Saragih.

Saat dilakukan pelegesan, diketahui ternyata bukan ijajah yang dileges melainkan SKPI. Berdasar keterangan dari Kepala Dinas Pendidikan Zubaidah, pihak dari JR Saragih datang ke dinasnya tanggal 9 Maret 2018 untuk bermohon diterbitkan SKPI lantaran ijajah JR Saragih hilang.

“Sesuai dengan permendikbud nomor 29 tahun 2014, syarat-syarat yang dilakukan JR Saragih untuk permintaan SKPI sudah terpenuhi oleh disdik. Pertama, membuat surat keterangan hilang dari kepolisian. Dalam hal ini laporan di Polsek Kemayoran tanggal 5 Maret 2018. Kedua, menyediakan saksi minimal 2 orang yang seangkatan sekolah dengannya. JR menyediakan 3 saksi. Lalu JR membuat surat pertanggungjawaban,” papar Iskandar.

Menyoal status paslon JR Saragih-Ance dalam pilgubsu, Iskandar menyebutkan pihaknya akan melakukan rapat pleno dulu.

Dikarenakan komisioner masih sibuk, dijadwalkan 3 hari kedepan, yakni Jumat tanggal 16 ini akan ditetapkan status paslon JR Saragih. Apakah masih TMS atau MS,” ujar Iskandar dan menambahkan bahwa saat ini dua komisioner KPU Sumut sedang menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gakkumdu terkait laporan masyarakat adanya dugaan pemalsuan legalisir ijajah atas nama JR Saragih.

Sebelumnya paslon JR Saragih-Ance dinyatakan TMS oleh KPU Sumut, terkait persoalan ijajah JR Saragih. Bahwa JR Saragih ditetapkan tidak berhak mengikuti perebutan kursi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu). Namun JR menggugat KPU ke Bawaslu karena meragukan keabsahan ijajahnya. Persoalan ini bahkan berlanjut di PT TUN dan hingga saat ini masih dipersidangkan.

Bagikan berita ini